Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Urusan Logistik (Bulog) Divre Sigli, Provinsi Aceh, siapkan 200 ton beras untuk menghadapi musim kekeringan dan kemarau panjang yang tengah melanda Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya.
Stok beras CBP (Cadangan Beras Pemerintah) tersebut sekarang tersimpan pada dua lokasi. Masing-masing di gudang Bulog Gampoeng Lhang, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie dan Gudang Bulog Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya.
Bila sewaktu-waktu diperlukan, Bulog Sub Divre Sigli, langsung menyalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Hal itu sesuai dengan permintaan Pemerintah Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya.
"Stok itu selalu ada di gudang. Kapan saja dibutuhkan, kami siap menyalurkan langsung ke mana saja lokasi yang ditentukan" Kata Kepala Bulog Sub Divre Sigli, Mufti Yanuar, Jumat (17/8).
Dikatakan Mufti Yanuar, 200 ton beras CBP itu utuk dua kabupaten, masing-masing 100 ton disediakan untuk Pidie dan 100 ton lagi untuk Pidie Jaya. Itu adalah CBP tahun 2018 dan belum pernah disalurkan, karena hingga pertengahan Agustus tidak ada bencana alam atau tidak ada kondisi
yang mengharuskan penyaluran.
"Stok 100 ton untuk Pidie dan Pidie Jaya masih utuh karena belum pernah diambil. Memang kita tidak inginkan kondisi yang harus menyalurkan beras tersebut. Semoga selalu dalam lindungan Tuhan dan terhindar dari semua musibah bencana alam" tuturnya.
Catatan Media Indonesia, sejak tiga bulan terakhir di Provinsi Aceh dilanda musim kemarau. Akibatnya, ribuan ha (hektare) lahan sawah berumur 1 bulan hingga siap panen terjadi kekeringan. Kemudian ada ratusan ha lainnya sudah puso (gagal panen). Kawasan yang paling parah krisis sumber air diantaranya adalah Kabupaten Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya dan Kabupaten Bireuen.
Warga mengharapkan Dinas Pertanian Aceh dan Pemerintah Kabupaten masing-masing berupaya
menyelamatkan lahan sawah dari ancaman puso. Untuk mengatasi hal itu, bisa menyalurkan pompa ke lokasi masih ada sumber air atau membangun sumur bor di areal kekeringan.
"Jangan beralasan petani tidak mengajukan permohonan bantuan pompa air ke pemerintah. Tapi dinas terkait yang harus mengetahui apa yang sedang alami petani. Lalu mencari solusi bagaimana menyelamatkan petani. Supaya sebagian tanaman padi mereka bisa terselamatkan" ujar Haiqal, pemerhati masalah sosial dan pertanian di Aceh. (OL-7)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved