Warga Desa Gurusina Butuh Bantuan

(JL/YP/AU/N-3)
18/8/2018 02:40
Warga Desa Gurusina Butuh Bantuan
(ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)

WARGA korban kebakaran rumah adat megalitikum Gurusina di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, hingga kini membutuhkan bantuan sukarela dari semua pihak.

Pascakebakaran yang menghanguskan 27 rumah adat pada Senin (13/8) sore, seluruh rumah rata dengan tanah. Saat ini puluhan warga yang kehilangan rumah ditampung di tenda. Kabar kebakaran di Gurusina itu juga sampai ke te-linga Matheus Siagian, pelaku pariwisata di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat. Ia mengaku sudah mengunjungi lokasi kebakaran sekaligus menyalurkan bantuan.

Menurutnya, warga di sana sangat membutuhkan bantuan. "Mereka masih membutuhkan bantuan banyak pihak," kata anggota DPD Partai NasDem itu, Jumat (17/8).

Kementerian Sosial telah mengerahkan Taruna Siaga Bencana dan mengevakuasi serta mendirikan dapur umum lapangan di Kampung Gurusina. "Melalui Dinas Sosial NTT juga disiapkan tenda peng-ungsian, bantuan makanan, perlengkapan untuk anak dan dewasa, selimut dan bantuan logistik lainnya," kata Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial, Harry Hikmat.

Kampung adat Gurusina merupakan salah satu destinasi wisata di Kabupaten Ngada. Sebagian besar kehidupan warga tergantung kunjungan wisatawan karena keunikan rumah adat megalitikumnya.

Sementara itu, di Sumatra Utara, PLN wilayah setempat menyerahkan 20 ribu bibit pohon dari berbagai jenis untuk menghijaukan kawasan hutan wisata Situmorang di Kabupaten Samosir.

Bantuan bibit pohon di-serahkan langsung oleh General Manager PLN Wilayah Sumut Feby Joko Priharto kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Samosir Sudian Tamba, dan pendiri hutan wisata Situmorang, Sudung Situmorang. Bantuan berupa bibit pohon aren, jengkol, mahoni, dan pohon pala.

Di bagian lain, Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, akan membangun jalur jip wisata kawasan pantai. Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo, menjelaskan pembangunan jalur khusus jip itu agar tidak mengganggu wisatawan yang sedang menikmati pantai.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya