Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DIDUGA karena stres sudah gagal menikah dengan pujaan hati, Zacky, 27, membunuh adik kandungnya sendiri, Iqbal, 22. Kejadian tersebut pada Selasa (14/8) kemarin dengan tempat kejadian perkara di Jalan KH Azhari, Kelurahan Tangga Takat, Kecamatan Seberang Ulu II Palembang, Sumatra Selatan.
Kejadian itu mendadak heboh, terlebih saat mendengar teriakan ibu keduanya. Warga yang mendengar teriakan tersebut mendekati sumber suara dan menemukan orangtua dari kedua saudara kandung ini keluar rumah sambil menangis.
Lalu, warga melihat ke dalam rumah dan menemukan Iqbal sudah bersimbah darah di atas kasur dalam kamar di samping Zaki yang tengah berdiri sambil memegang sebilah pisau. Atas kejadian tersebut, warga melapor ke pihak yang berwajib dan aparat kepolisian yang datang ke lokasi kejadian langsung mengamankan Zacky.
Sementara warga membawa Iqbal ke RS Muhammadiyah Palembang untuk mendapat pertolongan medis. Namun, setelah beberapa jam mendapat perawatan, nyawa Iqbal tak tertolong dan diduga tewas akibat kehabisan banyak darah karena sejumlah luka tusuk yang dialaminya.
Syafri, 45, salah satu keluarga korban, mengatakan, Zacky sebelumnya sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Ernaldi Bahar lantaran stres berat usai ditinggal menikah oleh pacarnya. Zacky telah dua kali menjalani perawatan kejiwaan untuk mengembalikan kondisinya normal kembali. Namun, setelah perawatan kedua, pemuda itu dibawa pulang oleh ibunya untuk dirawat di rumah.
"Kurang lebih 21 hari dirawat di RSJ, karena ibunya kasihan, jadi dibawa pulang. Tapi tidak tahu sampai dia nekat begini. Menurut ibunya, Zaki stres karena ditinggal menikah oleh pacarnya," kata Syafri.
Ia mengatakan, ketika kejadian di dalam rumah hanya ada ibu dan korban Iqbal yang sedang tertidur. Kemudian mendadak Zacky masuk ke kamar korban dan langsung menghujani tusukan ke tubuh adiknya tersebut.
"Waktu ibunya masuk kamar langsung teriak minta tolong. Karena Iqbal sudah berlumuran darah. Tadi sempat dibawa ke rumah sakit, tapi meninggal karena kehabisan darah," ujarnya.
Kapolsek Seberang Ulu II Palembang, Kompol Okto Iwan menjelaskan, meski pihak keluarga menyatakan bahwa pelaku mengalami gangguan jiwa, pihaknya masih akan menunggu hasil dari pemeriksaan medis.
"Penyidik sudah memeriksa pelaku, tapi jawabannya selalu melantur. Tapi kita akan periksa kejiwaannya terlebih dahulu," kata Okto, Rabu (15/8).
Selain itu ia melanjutkan, untuk kepentingan penyelidikan pihaknya tetap akan melakukan penahanan terhadap tersangka hingga keluar keterangan dari Rumah Sakit Ernaldi Bahar.
"Kita tahan dulu sambil menunggu observasi dari pihak rumah sakit," tandasnya. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved