Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
STEFANUS B Laka, 51, guru SMP Kristen Tambolaka, Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, membangun posyandu khusus ternak babi. Posyandu tersebut dibangun di teras rumahnya di Desa Kabali Dana, Kecamatan Wewewa Barat. Di situ, dia menempatkan satu timbangan yang khusus menimbang berat badan babi.
Ternak tersebut hanya diberi pakan produksi PT Malindo Feedmil, Gresik, Jawa Timur. Dia bahkan berkeliling desa untuk bertemu peternak sambil membawa timbangan.
"Saya cek pertambahan berat adan babi setiap hari setelah diberi pakan," ujarnya kepada wartawan yang mengunjungi lokasi posyandu itu, Rabu (15/8).
Dia juga berperan seperti bidan bagi ternak babi. Pasalnya, bukan hanya memberi pakan, Stefanus juga bisa menyuntik vitamin dan mengebiri babi. Sebagai penjual pakan ternak babi, menurut Stefanus, dia bisa mengetahui perkembangan berat babi.
Babi miliknya setelah diberi makan, beratnya bertambah 700 gram per hari. Sedangkan berat badan babi petani lainnya bertambah 500 gram per hari karena menggunakan pakan lokal seperti dedak padi.
Karena itu, dia menyarankan kepada petani beralih menggunakan pakan ternak untuk mencapai percepatan pertumbuhan yang optimal dalam waktu yang singkat. Ternak babi yang diberi pakan, harga jualnya juga lebih tinggi jika dibandingkan dengan ternak yang diberi dedak atau meningkat antara 10-20 kali lipat.
"Saya pernah menjual babi dengan harga Rp12 juta per ekor," ujarnya.
Harga jual itu jauh lebih dengan harga jual ternak dengan umur yang sama yang diberi makan dedak padi. Dia menyebutkan uang yang diperoleh dari hasil menjual babi dimanfaatkan untuk mendanai biaya sekolah anaknya di universitas di Pulau Jawa.
Populasi ternak babi di NTT sampai akhir 2017 mencapai 2,043 juta ekor, terbanyak di Kabupaten Kupang sebanyak 404.837 ekor dan Kota Kupang 31.638 ekor. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved