Kalimantan Selatan Kembangkan Pertanian Organik

Denny Susanto
25/5/2015 00:00
Kalimantan Selatan Kembangkan Pertanian Organik
(ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA)
SEMAKIN menyusutnya areal pertanian dan melambungnya harga pupuk, membuat Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mulai mengembangkan pertanian organik di wilayahnya. Untuk itu, sejumlah pejabat pemprov dan dinas pertanian melakukan kunjungan ke Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, untuk belajar mengembangkan padi organik, pekan lalu.

Asisten II bidang Pembangunan Pemprov Kalsel, Mariatul Asiah, mengatakan Kalsel mulai mengembangkan pertanian organik walau masih dalam skala kecil. "Kami masih fokus pada peningkatan produksi beras. Tapi, pertanian organik juga mulai dikembangkan."

Kalsel memiliki luas lahan pertanian tanaman padi sekitar 500 ribu hektare, dengan tingkat produksi tergolong rendah, yakni 2,1 juta ton gabah kering giling atau setara 1,2 juta ton beras. Itu terjadi karena 75% lahan hanya ditanam satu kali setahun.
"Petani lebih menyukai beras lokal jenis siam unus yang masa tanamnya delapan bulan," tutur Mariatul.

Pertanian organik di Kalsel baru dikembangkan di Kabupaten Hulu Sungai Utara dengan luas tanam sekitarr 100 hektare.
Kepala Seksi Serealia, Dinas Pertanian Jawa Barat, Poppy FA, mengatakan pengembangan pertanian organik di Jawa Barat sudah dimulai sejak 2004 dan hasilnya baru kelihatan mulai 2011. "Luas lahan pertanian padi organik di Jabar baru mencapai 50 ribu hektare dari total luas lahan pertanian padi 930.029 hektare." (N-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya