Dendam, Wahidin Gratiskan SMA di Banten

(J-3)
15/8/2018 02:45
Dendam, Wahidin Gratiskan SMA di Banten
(Dok MI)

SETELAH menyadari kualitas sumber daya manusia (SDM) di Provinsi Banten tertinggal jika dibandingkan dengan provinsi lain, Gubernur Ban­ten Wahidin Halim membuat program pendidikan gratis di sana. Dia yakin melalui pendidikan, kualitas SDM di Banten meningkat. Untuk menjangkau cakupan yang luas, pendidikan digratiskan.
”Jangan ada lagi praktik pu­ngutan sekolah melalui komite sekolah. Ada sanksi menantinya,” pesan Wahidin kepada Wibowo Sangkala dari Media Indonenesia, di ruang kerjanya, kemarin. Berikut petikan wawancaranya.

Dari mana ide pendi­dik­an gratis ini?
Idenya sejak sa­ya kecil. Sejak masih sekolah dulu. Saya sudah melihat bagaimana orang-orang kesulitan membayar SPP. Bahkan, ada yang bolos sekolah gara-gara belum bayar SPP. Terkadang, pihak sekolah juga mempermalukan siswa yang belum bayar SPP dengan mengumumkannya. Tidak sedikit siswa mereka akhirnya membayar SPP dengan hasil bumi, misalnya dengan pisang dan singkong.

Jadi, Anda ingin mene­busnya saat ini?
Ya, saya ingin balas dendam. Suatu saat nanti kalau saya jadi kepala daerah, akan menggratiskan biaya pendidikan agar seluruh anak bisa belajar dengan layak dan mendapat pendidikan yang baik.

Jadi, pendidikan gratis ini disebabkan keinginan balas dendam?
Betul. Belum lagi karena ketidakmampuan mereka tidak bisa melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi lagi. Padahal, otak mereka mampu. Karena tidak ada biaya, mereka tidak bisa melanjutkan sekolah. Ini yang membuat saya tambah sedih.

Pendidikan gratis ini untuk tingkat apa?
Khusus untuk tingkat SMA dan SMK sederajat, baik sekolah negeri atau swasta. Totalnya ada 1.018 sekolah SMA dan SMK.

Bagaimana dengan SD dan SMP?
Itu masih kewenangan kabupaten dan kota. Tapi nanti akan kita dorong juga supaya SD dan SMP juga gratis, sekarang masih SMA dan SMK dulu.

Muasal anggarannya?
Anggarannya kita punya kok. APBD Banten tahun ini Rp11,3 triliun. Dari dana itu, 32%-nya untuk pendidikan gratis, apa susahnya?

Bagaimana dengan DPRD Banten yang menolak program ini?
Yang menolak itu bukan lembaganya, bukan DPRD Bantennya, melainkan individu. DPRD Banten itu kan kolektif, bukan perorangan. Kalau ada perorangan yang menolak, biarin aja, biar masyarakat tau, wakil rakyat yang seperti itu jangan dipilih lagi.

Anda yakin pendidikan gratis ini bisa berhasil?
Saya sangat yakin. Apalagi pendidikan gratis ini didukung banyak pihak sehingga menambah optimisme saya.

Bagaimana dengan pihak sekolah dan guru-guru, sudah siapkah?
Mereka harus siap dan tidak ada alasan tidak siap sebab anggarannya sudah ada, kok!

Dengan pendidikan gratis ini sudah tidak ada pu­ngutan lain?
Ya.Saya berharap semuanya berjalan dengan baik. Pihak sekolah harus siap, siswa juga harus siap. Ja­ngan karena sekolahnya gratis, siswa belajarnya malas-malasan. Tidak ada lagi alasan bolos sekolah. (J-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya