Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH akan membangun rumah instan sederhana sehat (risha) tahan gempa bagi korban gempa Lombok, NTB, yang rumahnya rusak. Anggaran untuk membantu rekonstruksi rumah warga yang rusak berat dibantu Rp50 juta dan rusak sedang Rp25 juta.
Penegasan itu disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat berdialog dengan warga di salah satu Posko pengungsian korban gempa di belakang Kantor Kepolisian Sektor Pemenang, Kabupaten Lombok Utara,NTB, Selasa (14/8).
Pembangunannya, jelas Jokowi, akan diawasi Gubernur dan diberikan bimbingan oleh Menteri PU. Sistem risha memiliki keunggulan bangunannya tahan terhadap gempa.
Risha sudah dibangun di Aceh sekitar 10 ribu uni setelah gempa yang diikuti tsunami melanda Aceh. Hingga kini, risha sudah terdapat di lebih dari 60 wilayah di Indonesia dengan jumlah mencapai ratusan ribu unit.
Sementara itu, Institut Teknologi Bandung menyerahkan empat unit alat penjernih air kepada Universitas Mataram. Alat ini bisa membantu pemenuhan air bersih bagi korban bencana gempa di sana.
Kekeringan
Wakil Komandan Satgas Siaga Darurat Karhutla, Riau, Edwar Sanger menyebutkan, luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Riau telah mencapai 2.891,51 hektar. Kebakaran diperkirakan akan meluas mengingat cuaca panas yang menyelimuti wilayah hutan rawa gambut di Riau.
Data dari Posko Penanggulangan Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan, Badan Penanggulangan Bencana Dan Pemadam Kebakaran Kalteng menyebutkan 1.541,396 hektare hutan dan lahan terbakar. Terbanyak di Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau.
Ditempat lain, 10 ribu hektare sawah terancam puso di Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jateng. Di Pangandaran, Jabar, tercatat 16.426 hektare lahan pertanian kekeringan.
Sementara ratusan warga Kampung Leuweung Datar, Desa Sukasirna, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jabar, terpaksa mandi dua hari sekali. (YR/BB/AD/AS/DW/BY/RK/JI/SS/UL/J-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved