Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DAMPAK musim kemarau saat ini di Kabupaten Bandung semakin meluas. Setiap harinya, wilayah yang mengalami kekeringan terus bertambah.
Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Akhmad Djohara, pihaknya terus mendapat permintaan air bersih dari sejumlah wilayah. Mereka sudah kesulitan memperoleh air bersih dampak musim kemarau saat ini.
"Awalnya tiga kecamatan, sekarang tujuh kecamatan. Ini tandanya (kekeringan) terus meluas," katanya di Bandung, Jawa Barat, Selasa (14/8).
Sebagai contoh, kata dia, banyak warga di Kecamatan Baleendah yang kesulitan memeroleh air bersih.
"Di Baleendah parah, ada satu desa yang berat, di Manggahan, karena di sana permukiman sampai ke pelosok," katanya.
Selain itu, dia menyebut kekeringan cukup parah pun dirasakan warga Tarajusari yang berada di Kecamatan Banjaran.
"Ada enam RW yang harus diberi air bersih," ujarnya.
Lebih lanjut, dia mengatakan kekeringan ini semakin parah dirasakan warga yang tinggal di dekat daerah industri. Pasalnya, pabrik-pabrik di daerah itu banyak yang menyedot air tanah untuk kebutuhan aktivitasnya.
"Kebanyakan yang berdekatan dengan pabrik, karena artesis, jadi sumur warga terkuras juga," katanya seraya menyebut kekeringan di Desa Baros, Kecamatan Arjasari, diperparah oleh terkurasnya air tanah oleh industri.
Untuk mengatasinya, saat ini pihaknya terus berupaya memenuhi permintaan air bersih dari warga yang daerahnya mengalami kekeringan. BPBD Kabupaten Bandung menyalurkan sekitar 15 tanki air bersih yang bersumber dari PDAM setempat.
Selain dari sumber tersebut, beberapa mata air yang berada di wilayahnya masih mengeluarkan air bersih sehingga turut digunakan untuk membantu daerah yang kekeringan.
"Semua permohonan air bersih dari setiap kecamatan, desa, dapat kita layani. Dengan armada yang ada, semaksimal mungkin untuk menjangkau daerah-daerah yang kekurangan," katanya.
Pihaknya pun belum menentukan siaga darurat terkait kekeringan ini. BPBD Kabupaten Bandung akan menunggu informasi dari BMKG terkait kondisi cuaca ini.
"Minggu ini kita rapat, undang BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) juga, menunggu arahan seperti apa," katanya.
Berdasarkan informasi yang diperolehnya, musim kemarau di wilayahnya ini akan berlangsung hingga akhir September mendatang.
"Diprediksi ini sama dengan puncak kekeringan tahun lalu. Tahun lalu ada 16 kecamatan, 58 desa yang kekeringan," katanya seraya menambahkan pihaknya belum mengetahui daerah persawahan yang kekeringan. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved