Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 72% anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia dan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Polri hingga kini belum memiliki rumah pribadi. Karenanya, pembangunan perumahan bagi mereka mulai dilaksanakan di seluruh Indonesia.
Asisten Logistik Kapolri, Irjen Pol Asep Suhendar, menjelaskan, jumlah anggota Polri dan ASN Polri tercatat sekitar 450 ribu orang. Dari jumlah tersebut, hanya 28% yang sudah memiliki rumah pribadi.
"Berarti ada sekitar 320 ribu anggota yang belum punya rumah pribadi," ungkap Asep di sela-sela peluncuran dan peletakan batu pertama perumahan Bumi Aman Sejahtera Bhayangkara di Kelurahan Margadadi, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Senin (13/8).
Sedangkan dari sisi rumah dinas disebutkan Asep, hanya 17% anggota Polri yang memilikinya. Untuk itu, tahun ini akan dibangun rumah dinas Polri dengan total anggaran Rp1,3 triliun. Angka tersebut, menurut dia, mencukupi untuk membangun sekitar 3.500 rumah dinas.
"Kapolri sudah memerintahkan untuk membangun rumah murah bersubsidi," kata Asep.
Dalam rentang waktu 20 tahun mendatang diharapkan seluruh anggota Polri dan ASN Polri yang saat ini belum memiliki rumah pribadi bisa terpenuhi semuanya.
"Dengan catatan, subsidi dari ASABRI dan pemerintah tetap berjalan," ungkap Asep.
Untuk memenuhi target tersebut sekitar 18 ribu unit rumah bagi anggota Polri dan ASN harus dibangun setiap tahunnya. Kapolres di seluruh Indonesia juga diwajibkan untuk mencari lahan dalam waktu yang singkat untuk memenuhi kebutuhan rumah tersebut.
"Jika tidak, berarti tidak mendukung program Kapolri untuk mensejahterakan anggota," ungkap Asep.
Sementara itu, Kapolda Jabar, Irjen Pol Agung Budi Maryoto, mengungkapkan, di wilayah hukum Polda Jabar sudah ada 16 polres yang menyiapkan lahan atau memulai membangun rumah murah bersubsidi untuk anggota Polri dan ASN. Yakni Polres Indramayu, Polres Cirebon, Polres Bogor, Polres Cianjur, Polres Sumedang, Polres Bandung, Polres Cimahi, Polres Garut, Polres Tasikmalaya Kota, Polres Kuningan, Polres Subang, Polres Ciamis, Polres Sukabumi, Polres Majalengka, Polres Sukabumi Kota, dan Polres Tasikmalaya.
"Jadi tinggal 6 polres yang belum. Saya minta segera," tegas Agung.
Selanjutnya, Kapolda meminta kepada pihak pengembang untuk membangun rumah sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Bahkan jika memungkinkan dia meminta agar pengembang melengkap perumahan itu dengan fasilitas umum seperti mushola dan taman bermain anak-anak.
"Kalau bagus, kita bisa kasih pekerjaan di tempat lain. Tapi jika tidak bagus atau malah bermasalah, akan saya black list," ungkap Agung.
Sedangkan untuk lokasi perumahan bagi anggota Polri dan ASN Polri Agung meminta untuk disurvei betul dant tidak boleh terlalu jauh dari Mapolres.
Sementara itu, di Kabupaten Indramayu, perumahan untuk anggota Polri dan ASN Polri diberi nama Bumi Aman Sejahtera Bhayangkara akan dibangun 186 unit rumah tipe 36/72 perkapling. Lokasi perumahan seluas 23.612 meter persegi tersebut berjarak dua kilometer dari Mapolres Indramayu dan ditargetkan selesai akhir tahun ini.
Pembangunan perumahan ini juga sebagai tindak lanjut dari program satu juta rumah yang dicanangkan Pemerintah yang kemudian ditindaklanjuti oleh Kapolri. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved