Menteri BUMN Resmikan 59 BTS Tenaga Surya Pulau Terdepan

Palce Amalo
13/8/2018 18:25
Menteri BUMN Resmikan 59 BTS Tenaga Surya Pulau Terdepan
(ANTARA)

MENTERI Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M Soemarno meresmikan 59 Base Transceiver Station (BTS) Tenaga Surya untuk sistem telekomunikasi pulau terdepan di seluruh Indonesia, Senin (13/8) petang.

Peresmian dipusatkan di Desa Oebela, Kabupaten Rote Ndao (Pulau Rote), Nusa Tenggara Timur, dihadiri Bupati Rote Ndao Leonard Haning dan pimpinan sembilan BUMN.

Di lokasi itu telah dibangun satu BTS dari rencana lima BTS yang dibangun di seluruh Pulau Rote.

Perangkat telekomunikasi tersebut mampu menjangkau warga dalam radius 3-4 kilometer, didukung menara setinggi 32 meter, menggunakan pembangkit listrik tenaga surya milik PT Surya Energi Indotama, anak usaha PT LEN Industri (Persero).

"Pengoperasian BTS itu untuk meningkatkan prasarana telekomunikasi dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di wilayah-wilayah terdepan," katanya saat menyampaikan sambutan pada acara peresmian BTS tersebut.

Menurutnya, keberadaan BTS ini diharapkan dapat mempermudah warga memperoleh informasi terbaru serta mempercepat aliran informasi jika terjadi kondisi musibah atau bencana. Dengan kondisi pulau Rote yang berada di wilayah paling selatan Indonesia, keberadaan BTS ini akan sangat membantu masyarakat.

"Saya ucapkan selamat atas peresmian BTS di Pulau Rote ini. Sebuah kebanggaan bagi kita semua, PT LEN sebagai BUMN telah mengambil bagian dalam mendukung peningkatan prasarana telekomunikasi di daerah terdepan. Tentunya saya berharap keberadaan BTS ini mampu membantu masyarakat sekitar dam menjangkau informasi dan mendorong perekonomian," ungkap Rini.

Direktur Utama PT LEN Industri, Zakky Gamal Yasin, mengatakan, perseroan telah melakukan investasi peralatan pada pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan tower yang kemudian disewakan kepada operator telekomunikasi.

PLTS sebagai sumber listrik utama perangkat telekomunikasi BTS di Desa Oebela memiliki kapasitas 4.680 Watt peak yang terdiri atas 18 unit panel surya 260 Watt peak, serta dilengkapi 24 unit baterai di area lahan seluas 324 meter persegi.

PT Surya Energi Indotama telah membangun perangkat serupa di 320 lokasi selama 2016-2018, tujuh di antaranya dibangun 2018. Tahun ini, perseroan telah melakukan investasi di 59 lokasi termasuk di Desa Oebela tersebut.

"Di tengah persaingan bisnis energi yang begitu ketat di Indonesia, khususnya tenaga surya, investasi PLTS bagi Len merupakan terobosan baru melalui dukungan regulasi yang dikeluarkan pemerintah dalam memajukan daerah-daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal)," ungkapnya.

PT LEN Industri sebagai badan usaha di bidang energi terbarukan memiliki peran sebagai investor power dan tower, manufaktur modul surya, EPC sistem (engineering, procurement, and construction) sekaligus menyediakan service operation dan maintenance.

Di lokasi yang sama, sembilan BUMN yaitu PT Len Industri, BRI, Mandiri, BNI, PT PLN, PT Pegadaian, PT Pertamina, PT Telkom Indonesia dan PT ASDP Indonesia Ferry bersinergi memberikan bantuan bagi masyarakat di Desa Oebela  sebagai bentuk kepedulian bagi perbaikan taraf hidup masyarakat sekitar.

Bantuan yang diserahkan senilai Rp2,2 miliar dalam bentuk pembangnan lampu penerangan jalan umum yang memanfaatkan tenaga surya, pemberian pompa air, pemberian lampu sehen di rumah warga, layanan perbankan hingga sarana dan prasarana ibadah.

Bantuan juga diberikan bagi Tentara Nasional Indonesia (TNI) di wilayah perbatasan seperti mesin genset, motor gerobak, dan kompresor.
 
Menteri Rini memberikan apresiasinya kepada seluruh BUMN yang terlibat dan terus mendorong agar BUMN tidak hanya mencetak keuntungan tetapi juga ikut meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Terima kasih bagi semua BUMN yang sudah memberikan kepeduliannya. Saya yakin bantuan yang diberikan sangat bermanfaat bagi masyarakat dan saya terus mendorong agara BUMN-BUMN terus meningkatkan kepeduliannya bagi masyarakat terutama yang berada di wilayah teluar Indonesia," ujarnya. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya