Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memprediksi kerugian ekonomi gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NRB) mencapai Rp5,04 triliun. Angka tersebut diperoleh berdasarkan basis data pada 9 Agustus lalu.
Hingga saat ini, dampak kerugian ekonomi akibat gempa di NTB masih dihitung oleh Kedeputian Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan kerusakan dan kerugian Rp5,04 triliun tersebut berasal dari sektor permukiman Rp3,82 triliun, infrastruktur Rp7,5 miliar, ekonomi produktif Rp432,7 miliar, sosial budaya Rp716,5 miliar, dan lintas sektor Rp61,9 miliar.
"Kerusakan dan kerugian terbanyak ialah sektor permukiman yang kenyataan puluhan ribu rumah penduduk rusak berat, bahkan banyak yang rata dengan tanah," ujar Sutopo lewat keterangan resmi yang diterima Media Indonesia, Senin (13/8).
Secara wilayah, kerusakan dan kerugian akibat gempa di NTB paling banyak adalah di Kabupaten Lombok Utara yang mencapai lebih dari Rp2,7 triliun. Sedangkan di Kabupaten Lombok Barat mencapai lebih dari Rp1,5 triliun, Lombok Timur Rp417,3 miliar, Lombok Tengah Rp174,4 miliar dan Kota Mataram Rp242,1 miliar.
Sementara dampak kerusakan dan kerugian ekonomi di Bali masih dilakukan perhitungan.
Sutopo menambahkan, kapasitas nasional yang digerakkan untuk penanganan darurat sudah dilakukan baik pengerahan personil, anggaran, logistik, peralatan, dan manajerial. BNPB masih terus melakukan pendataan dan perhitungan ekonomi dampak gempa. Saat masa darurat selesai, maka akan ada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. BNPB Bersama kementerian/Lembaga dan NGO akan membangun kembali dengan prinsip build back better and safer.
"Artinya yang akan kita bangun lagi lebih baik baik dan aman. Lombok daerah rawan tinggi gempa, maka pembangunan kembali nanti harus sudah mengantisipasi gempa agar saat terjadi gempa lagi, korban, kerusakan dan kerugian dapat lebih sedikit, serta masyarakat lebih aman," tukasnya. (OL-7)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved