Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENJADI politikus mungkin tidak pernah terlintas sebelumnya dalam benak Rahmat, salah satu calon legislatif Daerah Pemilihan Sumatra Selatan II (Ogan Ilir, Oki, Pali, Muara Enim, Prabumulih, Oku, Oku Timur, Oku Selatan, Pagaralam, Lahat, dan Empat Lawang) dari Partai Berkarya.
Meniru bangsa Jepang yang bangkit dari keterpurukan melalui pendidikan, ia bertekad akan memajukan kualitas pendidikan di wilayah Sumatra Selatan guna mencetak SDM berkualitas yang memberi manfaat bagi daerahnya dan juga untuk Indonesia.
Rahmat mengutarakan, ketertarikannya menjadi caleg Partai Berkarya karena dua hal. Pertama, karena sosok sang Ketua Umum Tommy Soeharto yang tidak lain ialah putra Presiden kedua RI Soeharto. Kedua, karena visi misi partai sesuai dengan pilihan hati nuraninya.
"Dari sebelumnya sudah banyak yang menawarkan saya untuk masuk parpol, tapi belum ada yang sreg. Baru setelah ada Partai Berkarya, saya yakin bisa menjadi caleg amanah, karena visi misi partai ini jelas," ungkap pria yang juga pengusaha itu di Jakarta, melalui keterangannya, Kamis (9/8).
Menurut pria yang juga Ketua Umum PB Pengusaha Berkarya itu, pembangunan Indonesia saat ini tidak bisa dimungkiri merupakan buah dari pemikiran dan kerja keras Soeharto. Pak Harto, kata dia, ialah tokoh Bapak Pembangunan Nasional dan gerakan nonblok yang sukses mengangkat harkat dan martabat bangsa.
"Apa yang sudah beliau lakukan sukses membawa Indonesia sebagai salah satu barometer kemandirian ekonomi Asia berkuasa terlama selama 32 tahun," akunya.
Hasil-hasil kerja nyatanya itu juga sudah sukses melahirkan generasi pemimpin masa reformasi. Hal tersebut, menurutnya, turut menginspirasi dan memotivasi saya untuk bangkit dan memajukan kualitas pendidikan di seluruh Sumatra Selatan. Apalagi, keluarga besarnya telah menetap dan berwirausaha di Sumatra Selatan sejak 1948.
Ia mengutarakan dan mencontohkan bahwa kunci kemajuan bangsa Jepang karena pendidikan dan mental bushido-nya.
"Nah, kunci kita adalah pendidikan dan mental Soeharto. Tapi saya tidak anti Soekarno, loh. Karena pembangunan masa emas perekonomian rakyat itu sesungguhnya terjadi selama 52 tahun," ujarnya.
Selain aktif jadi pengusaha, Rahmat juga senang menyisihkan sebagian rezeki yang ia peroleh ke 51 masjid, pesantren, dan panti asuhan secara rutin. Termasuk baru-baru ini ikut menyumbang untuk korban bencana gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat. (RO/OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved