Kalsel Butuh Helikopter Pengebom Air

(DY/DG/AD/DW/SL/UL/BB/LD/MG/RF/N-2)
09/8/2018 23:15
Kalsel Butuh Helikopter Pengebom Air
(ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)

KEBAKARAN hutan di ­Kalimantan Selatan belum teratasi. Kebakaran terparah terjadi di hutan konservasi Tahura Sultan Adam di Kabupaten Banjar, seluas lebih dari 100 hektare.

“Kami sudah meminta bantuan sembilan pesawat untuk membantu pemadaman kebakaran hutan. Besok, satu helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana akan tiba untuk melakukan pengeboman air,” papar Kepala BPBD Kalimantan Selatan, Wahyudin Ujud, di Banjarmasin, kemarin.

Api berkobar di kawasan hutan wisata dan berdekatan dengan objek wisata Benteng Belanda dan Kiram Park itu sejak tiga hari lalu. Upaya pemadaman lewat darat tidak bisa maksimal karena lokasi sulit dijangkau sehingga butuh helikopter untuk melakukan pemadaman dari udara.

BNPB menggeser helikopter pengebom air dari Palembang yang disiagakan untuk menyukseskan Asian Games 2018. Selama 2018, BPBD Kalsel mencatat terjadi 180 kali kebakaran huan dan lahan dengan total areal 591,5 hektare.

Selain di Sumatra dan Kalimantan, kebakaran juga mulai terjadi di Jawa. Kemarin, giliran area lahan di Gunung Bohong, perbatasan Kabupaten Bandung Barat-Kota Cimahi, Jawa Barat, yang dilumat api. Warga yang tinggal di lereng gunung sempat panik karena api sudah sangat dekat dengan permukiman.

“Kami menduga kebakaran terjadi akibat sisa puntung rokok. Hutan di wilayah terdiri dari pohon bambu yang tebal dan rindang sehingga kebakaran cepat membesar,” tutur Arlen, 26, warga.  Kebakaran juga terjadi di Bukit Pasir Bajing dan Gunung Guntur, Kabupaten Garut. Total lahan yang terbakar mencapai 7 hektare.

“Pemadaman dilakukan petugas bersama masyarakat pecinta hutan. Kami berusaha keras mencegah kebakaran meluas ke kawasan lain,” tutur Kepala BPBD Garut, Dadi Zakaria.

Di Sumatra Selatan dan Jambi, Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan juga terus bekerja keras. “Selain mema-damkan api, kami juga berusaha melakukan komunikasi sosial supaya warga tidak membakar lahan,” ungkap Letda Inf Kristian, komandan salah satu tim yang bekerja di Ogan Komering Ilir.

Di Jambi, LSM Perkumpulan Hijau melaporkan adanya kebakaran lahan gambut di area moratorium hutan di Desa Muntialo, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjungjabung Barat. “Luasnya diperkirakan mencapai ratusan hektare. Pemerintah harus lebih serius melakukan pengawasan lahan moratorium ini,” tandas Direktur LSM, Feri Irawan. (DY/DG/AD/DW/SL/UL/BB/LD/MG/RF/N-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya