Harga BBM untuk Transportasi Massal Jangan Dinaikkan
Wibowo Sangkala
18/5/2015 00:00
( MI/ BARY FATHAHILAH)
PENAIKAN harga BBM, khususnya solar dan premium, seharusnya tidak berlaku bagi transportasi massal, sehingga beban masyarakat tidak bertambah besar. Pasalnya, setiap ada kebijakan penaikan harga BBM dipastikan akan menimbulkan efek domino bagi masyarakat, terutama akibat kenaikan ongkos transportasi.
''Saya yakin, penaikan harga BBM bukan satu-satunya opsi yang bisa dilakukan pemerintah, karena bisa digantikan dengan melakukan efisiensi. Saya sepakat frekuensi harga solar dan premium tidak dilakukan 1-2 kali dalam satu bulan, tapi diputuskan dalam satu periode APBN,'' ungkap Bambang Haryo S, anggota Komisi VI DPR, di Serang, Banten.
Di sisi lain, Ketua Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan Pelabuhan Bakauheni, Sunaryo mengatakan kebijakan penaikan harga BBM yang terlalu sering membuat pengusaha juga menanggung biaya kenaikan harga suku cadang yang tinggi.
''Selama ini, tarif penyeberangan Pelabuhan Merak-Bakauheni tidak mengalami kenaikkan meskipun harga BBM naik, karena kami tidak ingin menambah kesulitan masyarakat.''
Pengguna jasa penyeberangan Merak-Bakauheni ini umumnya masyarakat kelas menengah ke bawah. "Kalau tarif penyeberangan dinaikkan, kesulitan masyarakat akan bertambah," ungkap Sunaryo.
Namun, kalau pemerintah terus menaikkan harga BBM, maka dengan sangat terpaksa tarif penyeberangan juga akan disesuaikan. (N-3)