Produksi Padi Turun saat Kemarau

(CS/JI/N-3)
08/8/2018 23:45
Produksi Padi Turun saat Kemarau
(ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

MUSIM kemarau ekstrem yang terjadi di Jawa Barat berdampak pada pertanian. Kekeringan memicu turunnya produktivitas tanaman padi. “Kekeringan saat ini sangat berdampak pada produksi padi di Jawa Barat. Hampir 30%-40% produksi gabah menurun,” kata Sekretaris Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras Jawa Barat, Muchlis Anwar, kepada Media Indonesia, kemarin.

Kekeringan menyebabkan keterlambatan pertumbuhan padi di sejumlah wilayah. Imbasnya terjadi pengurangan stok gabah dan beras. “Produksi gabah berkurang. Biasanya 1 hektare bisa memproduksi 7 ton, sekarang menjadi 5 ton gabah. Sementara stok akan terus keluar sehingga akan memengaruhi harga beras di pasaran,” jelasnya.

Ia menambahkan hampir seluruh Jawa Barat mengalami penurunan produktivitas gabah. “Harga gabah bisa mencapai Rp5.000 per kilogram. Hampir seluruh pertanian padi di Jawa Barat mengalami kesulitan air,” pungkasnya.

Sebaliknya di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, musim kemarau membawa keberuntugan bagi petani bawang putih di Kecamatan Bojong. Para petani bisa meraup keuntungan puluhan juta rupiah dari hasil panen bawang putih yang melimpah.

Plt Bupati Tegal, Umi Azizah, bahkan ikut  menyaksikan sekaligus memanen bawang putih di Desa Tuwel, Kecamatan Bojong, Tegal, Rabu (8/8).

Hadir pula  Kepala Divisi Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia Provinsi Jateng, Dian Nugraha, dan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tegal, Khofifah.

“Pada 1991 sampai 2014, petani sudah tidak mau lagi menanam bawang putih karena hasil produksinya jelek. Selain itu, ada bawang impor. Setelah dibantu Bank Indonesia, petani di sini seolah hidup kembali,” ujar Umi.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tegal, Khofifah. Menurutnya, keuntungan petani bawang putih kali ini cukup besar sebab hasil produksi dari luasan lahan 2.000 meter persegi itu diperkirakan dapat menghasilkan bawang putih sebanyak 2,5 ton hingga 3 ton. Jika harga 1 kilogram bawang putih  Rp10 ribu, keuntungan petani sekitar Rp30 juta. (CS/JI/N-3)

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya