Palembang Pecahkan Rekor Muri Sajian Pempek Ber-SNI

Dwi Apriani
08/8/2018 20:35
Palembang Pecahkan Rekor Muri Sajian Pempek Ber-SNI
(MI/Dwi)

KOTA Palembang berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia dan Dunia (Muri) dengan sajian pempek ikan berstandar nasional Indonesia (SNI) sebanyak 18.818 buah.

Disaksikan Menteri Pariwisata RI Arief Yahya, Deputi Bidang Informasi dan Kemasyarakatan Badan Standardisasi Nasional (BSN) Zakiyah, Gubernur Sumsel Alex Noerdin dan Penjabat Wali Kota Palembang Akhmad Najib, pemecahan rekor ini pun sekaligus menyemarakkan gelaran Asian Games yang waktu pelaksanaannya sama dengan banyaknya pempek yang disuguhkan.

Penghargaan rekor Muri tetap didapatkan oleh Pemerintah Kota Palembang dan Provinsi Sumatra Selatan meski pempek sudah habis atau ludes sebelum acara dimulai. Hal itu karena antusias warga Palembang cukup besar, bahkan warga Palembang yang hadir di Benteng Kuto Besak Palembang, tempat pelaksanaan acara tersebut, rela berebutan untuk mendapat pempek yang telah dikemas panitia.

Tidak sampai 30 menit, pempek yang harusnya disajikan itu pun tidak meninggalkan sisa. Antusiasme masyarakat itu diapresiasi Pj Wali Kota Palembang Akhmad Najib.

Ia mengatakan, Kota Palembang akan menjadi tuan rumah pelaksanaan Asian Games. Antusiasme tersebut akan menciptakan tren positif bagi pempek itu sendiri. Tamu ataupun wisatawan akan tertarik untuk menikmati pempek tersebut.

"Apalagi dengan adanya rekor Muri ini. Kualitas pempek yang dijamin, dengan ikan segar olahan akan disukai banyak orang. Apalagi dengan adanya penyelenggaraan rekor Muri ini diharapkan mampu mendorong penyediaan pangan yang berkualitas. Penyelenggaraan ini juga bertujuan untuk memotivasi pengusaha pempek untuk menyediakan pempek ber-SNI," jelasnya.

Pihaknya juga berharap melalui kegiatan ini para pelaku ekonomi khususnya pempek mampu meningkatkan kualitas, khususnya pempek.

Deputi Bidang Informasi dan Kemasyarakatan BSN, Zakiyah, mengatakan, pihaknya menyelenggarakan Pemecahan Rekor Muri Pempek ber-SNI terbanyak 18.818 buah di Palembang.

"Rekor Muri Pempek ber-SNI sebanyak 18.818 buah ini adalah langkah awal untuk mempromosikan pempek menjadi produk global sehingga temanya menjadi pas, yaitu 'Pempek Goes Global Starting from Asian Games',"  jelas dia.

Pempek dipasok oleh 3 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pempek yang sudah ber-SNI, yaitu Pempek Rizky, Pempek Honey, dan Pempek Tince yang merupakan binaan BSN.

"Pempek sangat berpotensi menjadi produk global, menyusul tempe yang pabriknya saat ini sudah ada di Jepang, Jerman, Belanda, dan Amerika Serikat. Langkah tempe tersebut dimulai dengan penyusunan SNI 3144 tahun 2009 yang kemudian dikembangkan menjadi standar CODEX STAN 313R tahun 2013 atau standar pangan dunia," ungkap Zakiyah.

Tiap hari, lanjut Zakiyah, lebih dari 7 ton pempek dikirim ke luar Palembang, sebagian dikirim ke negara tetangga kita, yaitu Malaysia, Singapura, dan Thailand.

Data dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi juga menyebutkan lebih dari 4.000 UMK pempek dan produk olahan ikan lainnya. Hal ini bisa menjadi modal dasar mengembangkan SNI Pempek menjadi standar pangan dunia. Pempek yang sudah ber-SNI sudah melalui tahapan pengujian laboratorium terakreditasi KAN dan proses produksi yang sesuai standar keamanan pangan.

Menpar Arief Yahya mengatakan, pempek sudah menjadi trending topik nasional. Ia berharap, Pemecahan Rekor Penyajian Pempek Terbanyak tersebut juga jadi topik yang sedang hangat diperbincangkan.

"Paket pempek 7 ton perhari keluar Palembang itu adalah luar biasa. Saat ini, top 5 kuliner Indonesia yang mendunia adalah rendang, soto, nasi goreng, gado-gado, dan tempe. Semoga pempek bisa jadi nomer 6 kuliner Indonesia yang mendunia," jelasnya.

Ia menambahkan, Palembang memiliki dua potensi yang dapat mendunia yaitu pempek dan songket. Arief berharap, keduanya bisa menjadi potensi yang mampu mendorong Palembang makin dikenal dunia dan wisatawan tertarik mengunjungi Palembang. (OL-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya