31 WN Bangladesh segera Dideportasi dari Rudenim Pekanbaru

Rudi Kurniawansyah
08/8/2018 18:35
31 WN Bangladesh segera Dideportasi dari Rudenim Pekanbaru
(FOTO ANTARA/Septianda Perdana)

SEBANYAK 31 warga negara asing (WNA) asal Bangladesh yang ditahan di Rumah Tahanan Detensi Imigrasi (Rudenim) Pekanbaru, Riau, akan secepatnya dipulangkan atau dideportasi kembali ke negara asal mereka.

Sejauh ini, berdasarkan hasil pemeriksaan, 31 WNA Bangladesh yang terdiri atas 30 laki-laki dan satu perempuan pada mulanya dikira imigran ilegal ternyata memiliki dokumen lengkap dan paspor aktif yang masih berlaku.

"Kita sudah komunikasikan dengan Kedutaan Besar Bangladesh soal keberadaan warga negara mereka di sini. Kita harapkan deportasi dapat segera dilakukan," ungkap Kepala Rudenim Pekanbaru, Junio Sigalingging, Rabu (8/8).

Dia menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan diketahui sejumlah WNA Bangladesh mempunyai tiket kembali dari Jakarta ke Kuala Lumpur. Rombongan warga Bangladesh itu berangkat dari Dhaka ke Kuala Lumpur, kemudian ke Jakarta pada 20 hingga 23 Juli lalu dengan tujuan bisnis dan wisata.

Mereka ditangkap di Dumai saat mencoba menyeberang ke Malaysia tanpa proses resmi melapor ke imigrasi setempat.

"Kondisi mereka semua sehat," ujar Junio.

Sebanyak 31 warga Bangladesh itu sebelumnya ditangkap TNI Angkatan Laut dan sempat ditampung di Kantor Imigrasi Dumai hingga akhirnya ditahan di Rudenim Pekanbaru.

Sementara Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Dumai, Kolonel Laut (E) Yose Aldino, mengatakan, sebanyak 31 WNA diduga akan dikirim ke Malaysia secara ilegal melalui jalur laut.

Penangkapan awalnya dilakukan oleh unit intel. Mereka menerima informasi dari masyarakat tentang rencana pengiriman WN Bangladesh dari Silinsing, Kota Dumai, yang akan dikirim menuju Malaysia.

Menindaklanjuti informasi tersebut, dua unsur patroli yang terdiri atas Sea Rider 1 dan Sea Rider 2, melaksanakan penyekatan di perairan Selinsing antara Pulau Rupat dan Pulau Bengkalis.

Kemudian tim darat yang terdiri atas personel Unit Intel Lanal Dumai melakukan pengintaian di sekitar hutan Silinsing jalan raya Dumai-Pakning, Kecamatan Medang Kampai.

Setelah diadakan patroli laut selama dua hari di sekitar perairan Silinsing antara Pulau Rupat dan Pulau Bengkalis, tim Sea Rider 1 melihat sebuah speedboat melintas dengan kecepatan tinggi menuju daratan Silingsing.

Kedua tim Sea Rider langsung melakukan pengejaran terhadap speed itu. Namun, mereka berhasil kabur ke arah laut lepas. Pengintaian dilanjutkan oleh tim darat dengan melakukan penyisiran ke hutan di Desa Silinsing.

Tim menemukan puluhan WNA Bangladesh yang disembunyikan di hutan Silinsing, atau sekitar 100 meter dari bibir pantai. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya