Pengembangan Taman Nasional Komodo Libatkan Masyarakat Setempat

Yanurisa Ananta
07/8/2018 21:55
Pengembangan Taman Nasional Komodo Libatkan Masyarakat Setempat
(ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah)

PENGEMBANGAN Taman Nasional Komodo dilakukan dengan melibatkan masyarakat setempat. Hal ini dilakukan agar tidak ada kecemburuan sosial dengan adanya pengembangan sarana dan prasarana pariwisata alam Pulau Komodo yang dilakukan pihak swasta.

"Dalam pengembangan wisata alam di Taman Nasional didorong juga terlibatnya masyarakat setempat, sehingga tidak menimbulkan kesenjangan atau kecemburuan sosial dengan adanya pengembangan sarana dan prasarana atau pengusahaan pariwisata alam oleh pihak swasta di Taman Nasional," kata Kepala Balai Taman Nasional Komodo, Budhi Kurniawan, Selasa (7/8).

Pada saat ini, di Taman Nasional Komodo terdapat dua Izin Pengusahaan Pariwisata Alam yaitu PT Segara Komodo Lestari (SKL) di Pulau Rinca dan PT Komodo Wildlife Ecotourism (KWE) di Pulau Komodo dan Pulau Padar. Kawasan Taman Nasional ini dikelola oleh Balai Taman Nasional Komodo dengan jumlah SDM pengelola sebanyak 64 PNS dan 66 Tenaga Kontrak.

Pada 2017, Taman Nasional Komodo dikunjungi oleh 123.000 orang, atau rata-rata kunjungan 10.250 orang per bulan atau 336 orang per hari, di mana 95% merupakan wisatawan mancanegara, dan menghasilkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp29,1 miliar.

"Oleh karena itu, Taman Nasional Komodo menjadi penggerak ekonomi masyarakat dan pembangunan wilayah di Kabupaten Manggarai Barat.” pungkas Budhi. (OL-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya