Perusahaan Penambang Dipaksa Tutup

(CS/N-3)
08/8/2018 03:15
Perusahaan Penambang Dipaksa Tutup
(MI/CIKWAN )

BUPATI Karawang, Jawa Barat, Cellica Nurrachadiana menutup sementara PT Atlasindo Utama mulai kemarin. Penegasan itu disampaikan Cellica seusai rapat bersama Dinas ESDM Provinsi Jawa Barat dan ratusan pegiat lingkungan yang tergabung dalam Masyarakat Karawang Bersatu (MKB).

“Hari Selasa (7/8) kami pastikan menutup sementara perusahaan tersebut. Selain itu, dua minggu ke depan kita akan melakukan penutupan total pertambangan,” kata Cellica di hadapan massa,  Selasa (7/8).

Cellica mengatakan pertambangan PT Atlasindo Utama sudah merugikan masyarakat setempat. “Tentu kita akan lakukan untuk melindungi anak cucu kita. Bukan hanya itu, kita juga memastikan bahwa di wilayah Karawang Selatan tidak boleh ada pertambangan,” tegasnya.

Sementara itu, koordinator MKB Yudi Wibiksana menjelaskan pertambangan gunung tersebut dieksploitasi batunya oleh PT Atlasindo sejak 2002. Di lapangan, aktivitas penambangan oleh Atlasindo telah merugikan warga sekitar. Saat ini, 39% puncak gunung telah rusak sehingga warga kesulitan mendapatkan air bersih.

Izin yang dikantongi perusahaan tersebut didapat dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pemprov Jabar, yang diduga dikeluarkan tanpa mengecek dampak lingkungannya.

Sementara itu, petugas Kepala Bidang Pertambangan Dinas ESDM Jabar, Ahmad Fadillah, menyatakan akan melakukan kajian khusus mengenai aturan pertambangan PT Atlasindo Utama.

Masih terkait dengan lingkungan, Polres Karawang dan Kodim 0604 mengecor outfall atau saluran limbah UD Arka Sinar Karawang, perusahan pengolah limbah oli yang mencemari Sungai Citarum. “Hari ini bersama Kodim 0604, kami melakukan pengecoran terhadap saluran limbah perusahaan yang mencemari Citarum,” kata Kapolres Karawang AKB Slamet Waloya.

Ia mengatakan proses hukum atas perusahaan yang berlokasi di Desa Tanjungmekar, Karawang Barat, itu masih tahap penyidikan untuk pelanggaran pidana lingkungan. “Untuk proses pidananya kita masih menunggu hasil laboratorium,” kata Kapolres. (CS/N-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya