Puncak Musim Kemarau, Empat Rumah di Brojonegoro Ludes Terbakar

M Yakub
07/8/2018 18:45
Puncak Musim Kemarau, Empat Rumah di Brojonegoro Ludes Terbakar
(thinkstok)

MEMASUKI musim kemarau, kebakaran permukiman marak terjadi di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Dalam sehari, terdapat empat rumah di Bojonegoro yang terbakar. Akibat kejadian ini, kerugian materi ditaksir hampir mencapai Rp500 juta.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, tetapi warga juga diminta waspada terhadap bencana kebakaran.

"Iya, sehari ini ada tiga rumah yang terbakar," terang Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Pemkab Bojonegoro, Sukirno, Selasa (7/8) petang.

Tiga rumah yang habis terbakar itu, kata dia, salah satunya berada di Kecamatan Sukosewu, sedangkan dua rumah lainnya di Kecamatan Sumberrejo.

Untuk yang ada di Kecamatan Sukosewu, rumah yang terbakar milik Tasmiran, 52, warga Desa RT 13/ RW 5 Dusun Sukorame, Desa Purwoasri. Penyebab kebakaran yang terjadi pada Selasa pukul 11.30 WIB itu diduga api berasal dari tumpukkan jerami yang sengaja dinyalakan untuk penghangat ruangan.

Akibat kebakaran itu, rumah semipermanen yang berukuran 9 meter x 10 meter berbahan kayu ludes terbakar. Kerugian materi akibat kejadian ini diperkirakan mencapai Rp25 juta.

Di Kecamatan Sumberrejo, kebakaran juga mengakibatkan dua rumah ludes. Tak hanya rumah, mobil, motor, dan perabot rumah tangga lainnya juga habis terbakar. Mulanya, rumah yang terbakar adalah milik Sumani, 45, warga RT 16/ RW 2 Dusun Nglinggo Desa Banjarejo.

Kobaran api kemudian merembet ke rumah Sujito, sebelah rumah yang terbakar hingga menghanguskan seluruh perabot dan barang berharga lainnya.

Menurut Sukirno, kerugian materi akibat kebakaran yang terjadi pada Selasa dinihari ini ditaksir mencapai Rp425 juta. Sebab, selain tiga rumah permanen, mobil pikap yang direkayasa untuk mesin giling padi, motor, gabah 4,5 ton, kacang hijau 1 ton, serta perabot rumah tangga lainnya juga habis terbakar.

"Beruntung tidak ada korban jiwa, tapi kami minta warga tetap waspada bencana kebakaran," tambahnya.

Ia menduga, api yang membakar tiga rumah sekaligus itu diduga akibat hubungan pendek (korsleting) arus listrik dari rumah Sumani. Kobaran api, kata dia, kemudian menyambar oli bekas dan bahan bakar motor hingga merembet ke rumah Sujito.

Kebakaran cepat membesar diakibatkan angin bertiup kencang saat musim kemarau dan rumah terbuat dari kayu.

"Kejadian sekitar pukul 14.20 WIB, dan sekitar empat jam kemudian api dapat dipadamkan," pungkasnya. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya