Kementerian Kesehatan Diminta Lebih Perhatikan Orang Rimba
Deny Irwanto
13/5/2015 00:00
(MI/ARYA MANGGALA)
KETUA Komnas HAM Nur Kholis meminta pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap kasus kematian beruntun Orang Rimba, di Jambi.
Atas hal tersebut, Nur Kholis meminta Kementerian Kesehatan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Kementerian Perumahan untuk bisa mencari solusi atas permasalahan ini.
“Terdapat perbedaan cara pandang antara pemerintah dan masyarakat, apa yang menurut pemerintah benar belum tentu dapat mengatasi persoalan-persoalan di masyarakat,†ujar Nur Kholis, melalui siaran persnya kepada wartawan, Rabu (13/5/2015).
Ia mencontohkan, dalam aspek kesehatan saja Orang Rimba membutuhkan analisis medis yang khusus. Sebab kebiasaan mereka selama ini hidup di dalam hutan dan telah terbiasa menggunakan obat-obatan yang bersumber dari alam.
“Mereka tidak bisa jika hanya ditangani oleh Puskesmas, butuh pendekatan dan analisa khusus,†lanjut Nur Kholis.
Seperti diberitakan sebelumnya, selama April 2015, sebanyak 14 Orang Rimba yang mendiami Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD) Jambi meninggal dan 26 orang dirawat di RSUD Hamba. Sebagian besar adalah anak-anak berusia di bawah 10 tahun.
Berdasarkan hasil temuan Komnas HAM, Nur Kholis mengatakan telah terjadi pengabaian terhadap hak-hak dasar Orang Rimba. Yaitu hak keyakinan dan hak untuk kehidupan yang layak.
“Hak untuk kehidupan yang layak ini yang menjadi persoalan, layak menurut pemerintah belum tentu layak bagi mereka,†ucap Nur Kholis.
Komnas HAM sendiri telah merekomendasikan kepada Kementerian Kesehatan untuk melakukan pendekatan langsung kepada Orang Rimba untuk mengetahui bentuk layanan kesehatan yang mereka butuhkan.
“Kemenkes harus berkomunikasi dengan hati-hati untuk mengetahui keluhan mereka dan bagaimana akses kesehatan yang layak begi mereka. Jangan memaksa mereka ke Puskesmas yang sama sekali asing bagi mereka,†tandasnya.(Q-1)