Tim Survei Papua Terang Diserang KKSB

MICOM
06/8/2018 18:32
Tim Survei Papua Terang Diserang KKSB
(ANTARA)

TIM Survei Indonesia Terang diserang kelompok kriminal sipil bersenjata (KKSB) di Papua, Senin (6/8). Tim ini hendak melaksanakan pengambilan gambar dan pencatatan data elektronik di Kampung Wegimuga, Kabupaten Paniai.

Namun, berdasarkan keterangan dari Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Kol Inf Muhammad Aidi, pada saat tiba di Kampung Kinou, tim yang berjumlah 17 orang ini diberhentikan oleh tiga orang masyarakat Kampung Kinou dan meminta tim untuk kembali lantaran tidak membawa surat izin dari Pemda.

"Untuk menghidari benturan dengan masyarakat, tim kembali menuju ke pelabuhan Kampung Muyadebe Distrik Wegemuka, tetapi pada saat tiba di Kampung Bokoa, tim dikejar oleh sekitar 50 orang KKSB dan masyarakat dengan membawa sekitar 10 pucuk senjata laras panjang campuran, panah, parang dan kampak," paparnya, Senin (6/8).

Tak berapa lama kemudian, sambung Aidi, dari berbagai arah rumah penduduk Kampung Bokoa keluar sekitar 30 orang KKSB dan puluhan masyarakat lainnya yang juga membawa sekitar 20 pucuk senjata laras panjang campuran, panah, kampak dan parang untuk mengepung Tim  Survei Indonesia Terang. "Mereka mengeluarkan tembakan secara membabi buta dan berusaha merampas senjata milik TNI," tandasnya.

Anggota TNI dibawah pimpinan Serma Alfius Gobay berusaha melakukan perlawanan untuk mempertahankan senjatanya, namun karena jumlah yang tidak berimbang, akhirnya KKSB berhasil merampas 3 pucuk senjata senapan panjang.

Akibat kejadian tersebut, sambung dia, beberapa orang anggota TNI mengalami luka-luka, antara lain Serma Alfius Gobay mengalami bibir pecah kena pukulan benda tumpul,  Sertu Yauji luka memar di bagian punggung sebelah kiri kena pukulan balok, Sertu Hardi luka lebam di muka, Kopda Karyadi luka sobek di atas pelipis dan kaki kanan kena kampak, Prada Irfannudin luka sobek kepala belakang sedangkan Tim Survei Indonesia Terang dalam keadaan aman.

"Saat ini seluruh korban telah dievakuasi ke Paniai. Selanjutnya korban Kopda Karyadi dan Prada Irfandi mendapat perwatan medis di RSUD Kab Paniai," paparnya.

Aidi memaparkan kedatangan Tim Survei Indonesia Terang tersebut adalah dalam rangka mendukung program pemerintah Papua Terang, sehingga diharapkan seluruh masyarakat Papua sampai ke pedalaman menikmati penerangan listrik.

"Namun sangat disayangkan karena adanya sekelompok orang selalu menghambat proses pembangunan di tanah Papua dengan melakukan tindakan kekerasan dan tidak ber-Prikemanusiaan," pungkasnya. (OL-7)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya