Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DUA orang tewas dan ratusan bangunan di Bali rusak akibat gempa bumi berkekuatan 7,0 skala Richter (SR) yang terjadi pada Minggu (5/8) malam.
Kepala UPT Pusat Pengendalian Operasi dan Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali I Gede Jaya Serataberana memaparkan hal itu di Denpasar, Bali, Senin (6/8).
Korban meninggal dunia adalah Ni Kadek Yuli yang tewas di Kota Denpasar dan wisatawan asal Jakarta Witjaksana di Kuta.
Ni Kadek Yuli tewas akibat tertimpa tembok yang rubuh saat korban hendak melarikan diri. Adapun Witjaksana diduga akibat punya riwayat penyakit jantung.
Saat gempa, korban yang sedang berada di restoran di kawasan Kuta kaget karena banyak tamu berhamburan keluar. Saat kaget, korban langsung pingsan dan dievakuasi ke RSUP Sanglah tetapi nyawanya tidak tertolong.
"Jadi untuk korban meninggal dunia sampai saat ini dilaporkan hanya dua orang. Sekalipun satunya meninggal bukan karena reruntuhan, tetapi tetap saja akibat gempa. Orang berhamburan, korban kaget dan meninggal," ujarnya.
Selain korban meninggal dunia, menurut dia, terdapat 102 korban luka yang tersebar di seluruh Bali. Korban ada yang mengalami luka sobek, luka ringan dan ada yang sampai harus dirawat di beberapa rumah sakit setempat. Kebanyakan korban menderita luka akibat jatuh atau tertimpa reruntuhan bangunan.
Untuk bangunan dan fasilitas umum seperti tempat sembahyang, terlapor ada sekitar 140 bangunan yang rusak berat. Untuk kerusakan terparah berasal dari Kabupaten Karangasem sebanyak 29 bangunan yang terdiri dari rumah penduduk, kantor pemerintah, gedung serbaguna, tempat suci seperti pelinggih dan sejenisnya.
"Ternyata walau pusat gempa di Lombok, Bali ikut mengalami kerusakan siginifikan," ujarnya. (A-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved