Kepala Dinas Ancam Binasakan Jika tidak Bantu Istri Eks Bupati di Pilkada

Depi Gunawan
06/8/2018 15:04
Kepala Dinas Ancam Binasakan Jika tidak Bantu Istri Eks Bupati di Pilkada
(MI/Depi Gunawan)

MANTAN Bupati Bandung Barat, Jawa Barat, Abubakar menuntut loyalitas satuan kerja perangkat daerah (SKPD) berupa sumbangan kepada istri Abubakar, Elin Suharliah.

Hal itu terungkap dalam persidangan tindak pidana korupsi (Tipikor) di Pengadilan Negeri Kelas 1a Bandung, Senin (6/8). Persidangan dengan terdakwa mantan Kepala BKDSDM Bandung Barat Asep Hikayat itu menghadirkan saksi mantan Kepala Bappeda Adiyoto dan mantan Kadisperindag Weti Lembanawati.

Jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencecar motivasi kedua saksi itu untuk memberi sumbangan kepada Elin yang hendak maju dalam pemilihan kepala daerah (pilkada).

Mereka menyatakan, dukungan para kadis ini bentuk loyalitas bawahan kepada pimpinan sebelum masa jabatan Bupati Abubakar berakhir pada 2018.

Dalam kesaksiannya, Adiyoto mengaku, mantan Sekda Bandung Barat Maman S Sunjaya pernah mengumpulkan 17 kepada dinas pada akhir 2017. Dalam pertemuan pertama ini, Maman menyampaikan akan dipasangkan dengan Elin Suharliah di pilkada.

"Intinya, Pak Maman meminta dukungan secara moril dan materil. Kalau moril, kita (SKPD) harus dukung. Kalau materil, jika ada kebutuhan (dana) pencalonan," kata Adiyoto yang dibenarkan oleh Weti.

Saat jaksa membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) pada 11 April 2018, terungkap Abubakar pernah beberapa kali meminta dukungan para kepala dinas kepada Elin dan Maman. Jika tidak, mereka diancam dicopot dari jabatannya.

"Pernah menyampaikan beberapa kali. Kalau tidak bisa dibina, akan dibinasakan," ucap Adiyoto.

Jaksa kembali menanyakan kepada Weti perihal perintah mantan bupati tersebut. "Kalau tidak loyal, akan ada konsekuensinya, di-nonjob-kan," beber Weti.

Baru pada pertemuan kedua awal Januari 2018, Abubakar secara langsung bertemu dengan 21 kepala dinas untuk membicarakan soal pengumpulan dana untuk pencalonan Elin dan Maman. Adiyoto kembali mengaku pertemuan itu sifatnya briefing.

Adiyoto, Weti, dan semua kepala dinas menerjemahkan istilah bantuan yang diminta Abubakar yaitu perintah agar para kepala dinas menyiapkan dana atau anggaran. "(Abubakar) bilang mohon dibantu, untuk persiapan pilkada. Kita semua menerjemahkan kalau bantuan materialnya adalah dana," ujarnya. (A-1)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Henri Siagian
Berita Lainnya