Moeldoko Tegaskan Politik HKTI Membangun Kedaulatan Pangan

Micom
06/8/2018 06:10
Moeldoko Tegaskan Politik HKTI Membangun Kedaulatan Pangan
(Ist)

KETUA Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jenderal Purn Dr Moeldoko SIP MSi menegaskan kembali bahwa organisasi yang dipimpinnya tidak melakukan politik praktis. Politik HKTI, tegasnya, ialah politik membangun kedaulatan pangan Indonesia.

"Perjuangan HKTI adalah memakmurkan petani dan membangun kedaulatan pangan," tegas Moeldoko saat melantik Dewan Pengurus HKTI Provinsi Kalimantan Barat, di tepian Sungai Kapuas, Pontianak, Sabtu (4/8).

HKTI Kalbar dipimpin Ketua Edy Suyanto. Hadir dalam pelantikan tersebut antara lain Penjabat Gubernur Kalbar Doddy Riadmadji,  Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono, Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie.

Mantan Panglima TNI yang kini digelari sebagai Panglima Tani menyatakan, HKTI hadir sebagai solusi bagi petani dan pertanian Indonesia.

Moeldoko menjadikan HKTI sebagai institusi yang menjembatani petani dengan pemerintah, pasar, industri, lembaga keuangan, perguruan tinggi, dan pemangku kepentingan lainnya.

HKTI juga menjadi mitra strategis yang positif pemerintah, baik di pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, dalam membangun pertanian dan memakmurkan petani.

Moeldoko menjadi Ketua Umum HKTI sejak 10 April 2017. Pengurus DPN HKTI Periode 2017-2020 yang dipimpinnya sudah mendapat pengakuan dan pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan Surat Keputusan Menkumham Nomor AHU-0000056.AH.01.08 tahun 2018.

"HKTI yang saya pimpin adalah satu-satunya HKTI yang legal, sehingga saudara-saudara jangan pernah ragu untuk berkarya dan bekerja membangun pertanian dan pertanian Indonesia," tegasnya.

Menurut Moeldoko, legalitas penting tapi yang lebih penting ialag legitimasi.

"Bagaimana kita mendapatkan legitimasi masyarakat dengan berkarya nyata," katanya.

Moeldoko yang juga menjabat Kepala Staf Kepresidenan RI memaparkan lima permasalahan pertanian, yaitu persoalan tanah, permodalan, teknologi, manajerial, dan pascapanen.

Dalam teknologi, Ketum HKTI antara lain sudah mengembangkan bibit padi M-70-D, M-400, dan produk tebaru adalah kentang rata-rata dengan hasil produksi 25 ton per ton.

Pj Gubernur Kalbar Doddy Riadmadji mengingatkan pertanian masih menjadi tulang punggung pembangunan nasional. Kalbar menetapkan pertanian sebagai unggulan termasuk pariwisata.

Kehadiran HKTI harus memiliki peran besar dalam pengembangan pertanian Kalbar dan melakukan bimbingan pada petani untuk meningkatkan produktivitas.

Ketua Dewan Pengurus HKTI Provinsi Kalbar, Edy Suyanto, menegaskan HKTI Kalbar akan bekerja keras membangun ketahanan pangan dan pertanian Indonesia.

"Kami menindaklanjuti arahan Presiden RI dan Ketum HKTI agar HKTI mengembalikan kejayaan rempah Indonesia," paparnya.

Karena itu, Edy menegaskan mendukung kepemimpinan nasional yang peduli pada petani dan pertanian Indonesia.

Seusai pelantikan, Ketum HKTI meresmikan Kantor DPP HKTI Kalbar dan membuka HKTI Expo Kalbar. (RO/OL-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya