Hadang Laju Harga Sembako Jelang Puasa, Madiun Gelar OP

Sunarwoto
11/5/2015 00:00
Hadang Laju Harga Sembako Jelang Puasa, Madiun Gelar OP
(Antara)
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Madiun, Jawa Timur, dalam pekan ini akan menggelar operasi pasar (OP). Hal ini untuk menekan laju penaikan harga sembako (sembilan kebutuhan pokok) menjelang datangnya bulan puasa Ramadan. Sebab, setiap menjelang datangnya bulan puasa harga semua kebutuhan naik dan bahkan penaikannya di luar kewajaran.

"Dalam pekan ini kami akan berkoordinasi dengan intansi terkait seperti Dinas Perhubungan, Bulog, dan Pertamina. Instansi ini kami ajak merumuskan dalam OP itu agar harga-harga kebutuhan tidak melonjak tinggi di luar kewajaran," kata Kasi Statistik BPS Kota Madiun Sri Marheningrum, Senin (11/5).

Diajaknya Dinas Perhubungan karena terkait erat dengan dunia transportasi. Mengingat selama ini yang memicu penaikan semua harga sembako tersebut diakibatkan tarif angkutan naik. Untuk itu menjelang bulan puasa nanti diharapkan pihak Dinas Perhubungan bisa mengontrol terhadap operasi angkutan umum agar tidak menetapkan atau menarik tarif yang tinggi agar tidak membebani para pedagang sembako.

Sementara itu Bulog juga amat penting menjaga kestabilan harga beras menjelang bulan puasa. "Bulog yang memiliki stock beras dalam jumlah besar. Untuk itu jika ada harga beras tinggi, pihak Bulog harus cepat melakukan operasi pasar. Agar bisa menstabilkan harga beras," jelas Marheningrum.

Sementara pifak Pertamina juga harus menjaga pasokan BBM. Sebab, sedikit saja pasokan BBM tidak lancar, bisa memancing reaksi bergejolaknya dunia transportasi. "Jadi semua harus bersinergi untuk menjaga stabilnya harga-harga menjelang puasa nanti biar semuanya aman," tandasnya.

Semenjak kebijakan BBM naik, sambungnya, harga ragam jenis sembako langsung terkerek naik. Bahkan akibat penaikan BBM itu di Kota Madiun terjadi inflasi yang sangat tinggi, yakni mencapai 0,39 persen pada bulan lalu. Inflasi untuk Kota Madiun pada April lalu itu menempati urutan ketiga dari delapan/kabupaten di Jawa Timur setelah Kota Malang (0,49 persen) dan Kota Surabaya (0,41 persen).

Ketika terjadi penaikan harga semua jenis kebutuhan, lanjut Marheningrum, penghasilan masyarakat justru turun. "Inilah yang kemudian menjadi keresahan di tengah masyarakat kita. Oleh karena itu dalam momen bulan puasa jangan sampai terjadi keresahan pada masyarakat kita," harap Marheningrum.(Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya