Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENUMPANG KM Satya Kencana IX yang dilaporkan meninggal dunia diduga karena kelelahan sempat beberapa kali timbul tenggelam di laut dan terinjak saat berebut naik ke sekoci atau perahu karet untuk pertolongan.
Salah seorang penumpang yang berada dalam satu perahu karet dengan korban meninggal, Zainal Mufakir, 48, saat tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Sabtu (3/8) malam menceritakan, begitu mendengar ada informasi bahwa kapal terbakar, seluruh penumpang panik.
Para penumpang berebut untuk menyelamatkan diri, ada yang naik tangga dan ada yang berebut untuk naik sekoci.
"Saat peristiwa itu terjadi, para penumpang yang telah berada di laut berebut untuk naik perahu karet, perahu yang kami tumpangi merupakan perahu karet terakhir, sehingga dimuati 33 orang," katanya.
Seluruh korban berjuang untuk menyelamatkan diri dan mendapatkan tempat di dalam perahu, sehingga hampir tidak menghiraukan apa yang terjadi.
"Waktu itu, bapak tua tersebut ingin naik perahu karet, karena terinjak penumpang lain, akhirnya jatuh kembali ke laut, mau naik jatuh kembali," katanya.
Mungkin karena kelelahan, akhirnya teman kami satu kapal itu, menghembuskan napas di dalam kapal penolong tersebut. Apalagi saat peristiwa terjadi, gelombang laut cukup besar, membuat para korban semakin khawatir dan takut.
Zainal mengaku, saat perisitiwa kebakaran terjadi, seluruh penumpang panik ada yang teriak-teriak kebakaran, ada yang langsung loncat ke laut, ada yang berlari dan lainnya.
"Waktu itu, sekoci ada sekitar 15 buah dan langsung penuh oleh penumpang yang ingin secepatnya menyelamatkan diri," kata sopir truk ekspedisi tersebut.
Menurut Zainal yang telah sering bolak-balik Surabaya-Banjarmasin, saat peristiwa terjadi, dia berusaha untuk tenang, tidak ikut panik seperti penumpang lainnya.
"Ada sekitar tiga jam, saya menunggu hingga mendapatkan pertolongan. Awalnya hanya asap yang keluar, namun sesaat setelah kami mendapatkan pertolongan api langsung menyala," katanya.
Menurut dia, seluruh barang berupa paket yang dia bawa, tidak yang bisa diselamatkan. Selain Zainal, tampak seluruh penumpang kelelahan, ada yang mengaku trauma, dan masih syok dengan peristiwa tersebut.
KM Nikase yang membantu mengevakuasi para korban, tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin sekitar Sabtu malam sekitar pukul 19.00 Wita. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved