Antisipasi Karhutla, KLHK Terus Persiapkan SDM Andal

Micom
04/8/2018 20:40
Antisipasi Karhutla, KLHK Terus Persiapkan SDM Andal
(MI/Dwi)

PADA 2018, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terus meningkatkan kualitas dan profesionalisme sumber daya manusia (SDM) pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

SDM yang andal dan berkualitas tentunya akan mendukung sistem mekanisme pengendalian karhutla sehingga dapat dilaksanakan secara optimal.  Salah satunya melalui sosialisasi Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan sertifikasi kompetensi bidang Pengendalian Karhutla.

Setelah sukses dilaksanakan di Pontianak, Kalimantan Barat, beberapa waktu lalu, KLHK melanjutkan kegiatan sosialisasi KKNI dan sertifikasi di Provinsi Sumatra Utara.
 
Sosialisasi dilaksanakan di Kota Medan, diikuti 100 peserta dari perwakilan masing-masing Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Ditjen Penegakkan Hukum, Ditjen Pengelolaan Hutan Produksi Lestari di Sumatra Utara, Balai Pengendalian Perubahan Iklim Sumatra, Dinas Kehutanan Provinsi Sumatra Utara.

Juga ikut hadir BPBD, SAR Sumatra Utara, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPHP/KPHL), Pemegang Izin Usaha, Masyarakat Peduli Api (MPA), Manggala Agni, dan Tokoh Masyarakat di Sumatra Utara.

Sosialisasi dilakukan untuk menyebarluaskan informasi tentang perlunya tenaga yang memiliki kompetensi di bidang pengendalian karhutla di seluruh bidang untuk mempersiapkan SDM yang berkualitas, andal, dan profesional.

Hadir membuka acara, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumut, Halen Purba. Sebagai narasumber, asesor dari Lembaga Sertifikasi Profesi Kehutanan Indonesia (LSPHI), Wahyu Sukotjo dan Suadmodjo, dan Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK, yang diwakili oleh Kepala Sub Direktorat Tenaga dan Sarana Prasarana Pengendalian Karhutla KLHK, Agus Haryanta.

Halen menyampaikan bahwa melalui kegiatan Sosialisasi Peraturan Menteri LHK Nomor 47 Tahun 2017 tentang KKNI dan Sertifikasi Kompetensi Bidang Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, diharapkan semua lapisan masyarakat termasuk para pengusaha bidang kehutanan bersama-sama pemerintah mampu menciptakan SDM yang berkualitas dalam menurunkan karhutla di Sumut.

"Peningkatan kapasitas dan kompetensi SDM Dalkarhutla di Sumut selayaknya memperoleh pengakuan kompetensi kerja di bidang dalam karhutla setelah mengikuti pelatihan kerja yang diselenggarakan lembaga pelatihan kerja pemerintah, lembaga pelatihan kerja swasta, atau pelatihan di tempat kerja," kata Halen.

Dalam paparannya, Agus Haryanta menyampaikan bahwa tenaga kerja yang kompeten di bidang pengendalian karhutla akan meningkatkan kualitas diri tenaga kerja itu sendiri, dan secara signifikan akan berpengaruh terhadap kinerja institusi atau lembaga, utamanya dalam penanganan karhutla.

"Kami mengimbau juga kepada perusahaan baik perkebunan maupun kehutanan untuk turut serta secara aktif dalam pencegahan karhutla di Sumut sehingga potensi kebakaran dapat diminimalisir," tambah Agus.

Diharapkan dengan SDM yang berkualitas dan andal ini, upaya-upaya pengendalian karhutla dapat dilakukan dengan lebih optimal.

Pantauan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Jumat (3/8), pukul 20.00 WIB, berdasarkan satelit NOAA terpantau 6 titik, masing-masing satu titik di Sulawesi Tenggara dan Sumatra Selatan, serta masing-masing dua titik di Aceh dan Sumatra Utara.

Sedangkan pantauan satelit TERRA AQUA mendeteksi 7 hotspot, tiga titik di Jawa Timur, dua titik di Jawa Barat, dan masing-masing satu titik di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat. (RO/OL-1)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya