WAKIL Presiden Jusuf Kalla melepaskan bibit rajungan di Pantai Boddia, Takalar. 30.000 bibit rajungan dilepas ke laut lepas.
JK didampingi Muhfida Kalla melepas bibit rajungan di Pantai Boddia setelah meresmikan peluncuran Program Jaring 2015. Bibit rajungan yang dilepas berasal dari Balai Budi Daya Air Payau Takalar.
"Ini apa? Rajungan?" tanya JK kepada salah satu panitia sebelum melepas bibit rajungan di bibir Pantai Boddia, Takalar, Senin (11/5/2015).
JK yang mengenakan kemeja putih dan kaca mata berlensa gelap itu terlihat antusias melepaskan bibit rajungan. Pelepasan bibit rajungan dilakukan bersama dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan Ketua OJK Muliaman D Hadad.
Setelah melepas bibit rajungan, JK diminta untuk melepas nelayan Takalar yang hendak melaut dalam waktu lama. Pelepasan nelayan diiringi dengan ritual Paktolangi. JK dengan semangat mendorong salah satu kapal nelayan ke laut sebagai bentuk simbolis pelepasan nelayan.
Sebanyak 43 kapal bersiap untuk melakukan pelayaran di laut lepas. 43 kapal ini setidaknya berisi 255 nelayan.
Ritual Paktolangi ini dilakukan untuk melepas nelayan yang hendak melaut dalam waktu lama. Nelayan yang dilepas akan melaut selama empat hingga enam bulan untuk menangkap ikan terbang.(Q-1)