Kapal Nelayan Terbalik di Perairan Indramayu, 13 ABK belum Ditemukan

Nurul Hidayah
03/8/2018 18:40
Kapal Nelayan Terbalik di Perairan Indramayu, 13 ABK belum Ditemukan
(ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)

KAPAL nelayan, KM Bunga Hati 2, terbalik di perairan Indramayu, Jawa Barat. Hingga kini, 13 anak buah kapal (ABK) belum diketahui keberadaannya.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, KM Bunga Hati 2 terbalik di perairan Indramayu pada Jumat (3/8) sekitar pukul 03.00 WIB. Pemilik kapal, Guntur, mengungkapkan, kapal dengan bobot 27 Gross Ton (GT) tersebut berangkat dari Desa Karangsong, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, pada Kamis (2/8) sekitar pukul 16.00 WIB.

"Rencananya akan mencari ikan di perairan Laut Jawa," ungkap Guntur.

Namun, kapal yang sudah membawa perbekalan penuh untuk 2 bulan tersebut dikabarkan mengalami kecelakaan di perairan Indramayu. Tepatnya pada titik koordinat 05 35-50-S-108 31-00-E.

"Hingga kini nakhoda dan 12 ABK belum ditemukan," kata Guntur.

Adapun nakhoda KM Bunga Hati 2 bernama Maslani, warga Desa Karangsong. Sedangkan 12 ABK lainnya masing-masing atas nama Trisno, Herum, Hendra, Roni, Yono, Wardani, Yusuf, Bagja, Komang, Warno, Dian, dan Eeng. Seluruhnya merupakan warga Indramayu.

Ditambahkan Guntur, selang beberapa jam setelah kejadian ada 4 kapal nelayan yang berusaha untuk mendekat ke lokasi kejadian. Salah satunya KM Jaya Mulya yang dinakhodai oleh Darsono, warga Indramayu.

Berdasarkan informasi dari Darsono, pada pukul 10.30 WIB kondisi KM Bunga Hati 2 masih ada di lokasi kecelakaan tetapi dengan posisi terbalik. Seluruh peralatan di kapal, termasuk jaring dan drum, tampak berserakan di sekitar lokasi terbaliknya kapal tersebut.

"Tetapi nahkoda dan ABK tidak ada," kata Guntur.

Sementara itu, AKBP Didit Eko Herawanto, Kasat Patroli Daerah Ditpolair Polda Jabar, mengungkapkan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk melakukan pencarian.

"Kapal Basarnas, kapal angkatan Laut, kapal Polair serta kapal masyarakat dilibatkan untuk membantu pencarian ini," kata Didit.

Namun, hingga kini belum didapatkan informasi keberadaan ABK kapal tersebut.

"Apalagi kondisi cuaca saat ini cukup ekstrem dan posisinya cukup jauh di atas Pulau Rakit mengarah ke Kalimantan," ungkap Didit.

Pihaknya masih akan terus melakukan pencarian tersebut. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya