Sebelum ke Puncak Elbrus, Pendaki Difabel Berlatih Menyeret Ban

Widjajadi
02/8/2018 22:20
Sebelum ke Puncak Elbrus, Pendaki Difabel Berlatih Menyeret Ban
(ANTARA FOTO/Maulana Surya)

SABAR Gorky, pendaki gunung berkaki satu asal Solo terus melakukan latihan fisik sebelum berangkat untuk menaklukkan puncak Gunung Ebrus saat bangsa Indonesia memperingati hari kemerdekaan ke-73 pada 17 Agustus mendatang.

Pendakian akan dimulai 15 Agustus dan dua hari kemudian diperkirakan sudah menapai puncak guntung tertinggi yang berada di antara negara Rusia, Georgia, dan Chechnya tersebut.

Pria difabel 50 tahun itu berjanji mengibarkan sang saka Merah Putih dan sekaligus menggelar upacara dengan tim kecil yang menyertainya.

"Kami pamitan ke Wali Kota FX Hadi Rudyatmo dan sekaligus latihan fisik menyeret ban sejauh 1,2 km di tengah terik matahari. Saya sampaikan ke Pak Wali agar para difabel diberi ruang dan kesempatan untuk berprestasi," ujar Gorky.

Ia memaparkan aksi menyeret tiga ban mobil ini sebagai bagian dari latihan fisik sebelum menaklukkan puncak tertinggi di Benua Eropa tersebut. Sabar memulai aksinya dari kawasan kuliner Ngarsopuro dan berakhir di Balai Kota dengan jarak lebih kurang 1,2 kilometer.

Sejumlah relawan dari PMI dan SAR menyertai aksi latihan dan sekaligus berpamitan. Awalnya, Sabar menarik tiga buah ban mobil. Tetapi sampai di Gladak, satu buah ban dilepas karena dikhawatirkan akan terlalu membebani perjalanannya.

Setelah sekitar melewati 30 menit berjalan kaki, Sabar sampai Balai Kota. Sabar menegaskan, petualangan untuk menaklukkan puncak gunung tertinggi di Eropa itu sebagai penegasan tentang rasa nasionalismenya atas bangsa ini di mata dunia.

Dia mendaki bersama 10 orang akan mengibarkan Bendera Merah Putih di puncak Elbrus tepat pada 17 Agustus 2018. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya