Ekonomi Kreatif Solusi Kurangi Pengangguran dan Kemiskinan

Ferdian Ananda Majni
02/8/2018 21:55
Ekonomi Kreatif Solusi Kurangi Pengangguran dan Kemiskinan
(MI/FERDIAN ANANDA MAJNI )

WALI Kota Banda Aceh Aminullah Usman, menyebutkan ekonomi kreatif dapat menjadi salah satu solusi mengurangi pengangguran dan kemiskinan di Kota Banda Aceh. Pasalnya, beragam produk ekonomi kreatif yang ada akan semakin meneguhkan Banda Aceh sebagai kota dagang, jasa, dan wisata di Aceh bahkan dunia.

"Salah satu solusinya dengan mengembangkan ekonomi kreatif yang akan menunjang Banda Aceh sebagai kota dagang, jasa, dan wisata," kata Aminullah di Pendopo Wali Kota Banda Aceh, Kamis (2/8).

Dengan branding, promosi, dan pemasaran yang luas, produk-produk ekonomi kreatif yang dimiliki Banda Aceh akan mampu bersaing di tingkat dunia. Kata Aminullah, sebelumnya pascabencana gempa bumi dan tsunami 2004 silam, Banda Aceh masih berkutat pada persoalan pengangguran dan kemiskinan.

"Sudah menjadi tekad kami untuk mempromosikan setiap potensi Banda Aceh ke mata dunia," sebutnya.

Pengembangan ekonomi kreatif juga sejalan dengan fokus pembangunan Pemko Banda Aceh saat ini dalam menggenjot sektor pariwisata.

"Banda Aceh punya kuliner yang telah saya labeli 3E; enak, enak sekali, dan enaak sekali. Mulai dari Kopi Sanger, Timphan, hingga Kuah Beulangong. Untuk itu, saya sepakat dengan Bekraf untuk menjadikan kuliner sebagai prioritas pengembangan produk ekonomi kreatif di Banda Aceh," lanjutnya.

Ia menambahkan, rencananya untuk mengembangkan kawasan Ulee Lheue sebagai pusat wisata kuliner di Banda Aceh.

"Seni budaya yang kita miliki juga tak ada di daerah lain, di samping beragam cagar budayanya. Seni budaya juga menjadi andalan pariwisata Banda Aceh," sambungnya.

Kemudian, untuk memajukan seni pertunjukan sebagai salah satu sub sektor ekonomi kreatif, sebuah panggung seni dan budaya yang representatif juga tengah dibangun di pusat kota.

"Setiap minggu nanti rencananya akan kita gelar pertunjukan seni dan budaya di sana untuk semakin menarik minat wisatawan," katanya.

Sementara itu, Direktur Fasilitasi Infrastruktur Fisik Bekraf,  Selliane Halia Ishak mengatakan Uji Petik PMK3I yang dilakukan pihaknya untuk memverifikasi produk-produk unggulan Banda Aceh yang termasuk ke dalam 16 sub sektor ekonomi kreatif yang diampu oleh Bekraf Indonesia.

Di setiap daerah, Bekraf merekomendasikan tiga sub sektor ekonomi kreatif yang selanjutnya dipilih satu sebagai prioritas untuk dikembangkan. Produk unggulan tersebut nantinya akan turut dipromosikan melalui website resmi Bekraf Indonesia; kotakreatif.id.

"Untuk Banda Aceh, berdasarkan temuan kami ada tiga sub sektor ekonomi kreatif yang menonjol yakni seni pertunjukan, kuliner, dan aplikasi dan game. Dan yang paling potensial untuk dikembangkan adalah kuliner yang perputaran uangnya dalam satu tahun mencapai Rp5,3 triliun," sebutnya.

Usai kegiatan penandatanganan Berita Acara Uji Petik Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I), dia juga berharap Pemkot Banda Aceh segera membuat roadmap yang konkret untuk pengembangan sub sektor ekonomi kreatif tersebut. (OL-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya