Sukabumi akan Bangun Bandara

(BB/BY/N-3)
03/8/2018 03:45
Sukabumi akan Bangun Bandara
(MI/ROMMY PUJIANTO )

PEMBANGUNAN bandara di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dipastikan dimulai tahun depan. Kecamatan Cikembar menjadi wilayah yang akan dipilih sebagai lokasi pembangunan bandara. Saat ini sedang menunggu proses pembebasan lahan yang dilakukan Pemkab Sukabumi.

"Pembangunan bandara di Sukabumi akan dimulai tahun depan. Sekarang Pemkab Sukabumi masih melakukan proses pembebasan lahan di Kecamatan Cikembar," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat kunjungan kerja ke lokasi padat karya di Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Kamis (2/8).

Pembangunan bandara itu ditaksir menelan biaya sekitar Rp300 miliar hingga Rp400 miliar. Biaya pembangunan akan ditanggung pemerintah pusat melalui APBN. "Targetnya bisa selesai pada 2021 atau 2022," imbuhnya.

Dipilihnya Kecamatan Cikembar sebagai lokasi pembangunan bandara didasari pertimbangan berada di tengah-tengah ibu kota Kabupaten Sukabumi (Palabuhanratu) dan Kota Sukabumi. "Lokasinya strategis karena akses dari Palabuhanratu atau dari Kota Sukabumi berdekatan," jelasnya.

Kehadiran bandara nanti diharapkan bisa menjadi daya dukung sektor pariwisata di Sukabumi. Apalagi dengan hadirnya Ciletuh-Pala-buhanratu UNESCO Global Geopark, tentunya akan menjadi destinasi pariwisata internasional. "Akses untuk menunjang sektor pariwisata akan lebih cepat," tuturnya.

Panjang landasan bandara di Sukabumi diperkirakan mencapai 1.800 meter. Landasan sepanjang itu bisa menampung pesawat komersial. "Intinya, Sukabumi harus menjadi tempat tujuan wisata luar biasa," tandasnya.

Sementara itu di Bandung, Kemenhub memastikan setiap kendaraan angkutan yang melebihi tonase akan ditindak tegas. Petugas akan langsung menurunkan muatan yang berlebihan.

Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setyadi mengatakan saat ini pihaknya meng-operasikan 12 jembatan timbang untuk memastikan tidak ada kendaraan angkutan yang muatannya lebih. "Sekarang ada 12 jembatan. Namun, pada September nanti ada 43 jembatan timbang," kata Budi Setyadi di Bandung.

Tindakan menurunkan muatan berlebih sudah diberlakukan di Karawang serta Indramayu (Jabar) dan Jawa Timur. Bahkan, ada empat truk terpaksa membongkar muatan.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya