Pertumbuhan Kredit Pertanian di Surakarta Melambat

Ferdinand
07/5/2015 00:00
Pertumbuhan Kredit Pertanian di Surakarta Melambat
(MI/ Furqon Ulya Himawan)

PERTUMBUHAN kredit perbankan untuk sektor pertanian pada Triwulan I 2015 di wilayah eks Karisidenan Surakarta, Jawa Tengah, mengalami pelambatan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Solo, Ismet Inono mengungkapkan pada Triwulan I tahun lalu pertumbuhan kredit untuk sektor pertanian mencapai 28,44%, tahun ini hanya sebesar 22,90%.

“Namun demikian untuk month to month (penyaluran kredit periode bulanan) masih relatif stabil, yakni Rp2,17 triliun,” katanya, Kamis (7/5).

Ismet memperkirakan pertumbuhan kredit sektor pertanian  akan mengalami pertumbuhan lebih tinggi pada Triwulan II, seiring musim panen raya di wilayah itu. Prediksi tersebut didukung oleh hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) yang dilakukan belum lama ini.

Mengenai perkembangan kredit perbankan pada Triwulan I, Ismet mengatakan secara umum juga mengalami perlambatan. Kondisi perekonomian yang belum stabil menyebabkan banyak pelaku usaha menahan diri.

Meski begitu, secara umum  perkembangan kredit perbankan masih menggembirakan. Data Bank Indonesia Solo menyebutkan kredit perbankan yang disalurkan hingga akhir Maret lalu mencapai Rp54,0 triliun atau tumbuh
11,6%.

Dilihat dari jenisnya, masih didominasi oleh kredit modal kerja dengan porsi mencapai 60% dari total kredit yang disalurkan. Disusul kredit konsumen 25%, dan investasi sebesar 15%. (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya