Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PELAKU pembakaran hutan dan lahan di Taman Nasional Teso Nillo dan Bukit 30 di perbatasan Riau dan Jambi ditangkap aparat kepolisian, kemarin. Aksi kejahatan para pelaku menyebabkan 5.500 hektare lahan hangus terbakar.
Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Mabes Polri, Brigjen M Fadil Imran, mengungkapkan seorang petinggi perusahaan diduga telah melakukan pembakaran dengan sengaja. Kini, dia ditetapkan sebagai tersangka.
Selain itu, dua warga ditangkap atas kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan perambahan hutan di wilayah tersebut.
“Di perbatasan Riau-Jambi, penyi-dik telah menetapkan tersangka berinisial MG dari korporasi atau mewakili PT PG. Dia telah ditahan penyidik di Polres Indragiri Hulu,” kata Fadil di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumsel, Rabu (1/8).
MG ialah kepala surveyor PT PG. Dia diduga melakukan pembakaran lahan seluas 5.500 hektare yang kini telah beralih fungsi menjadi perkebunan. “Tidak hanya berhenti di MG, kami sedang mendalami keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut,” tambahnya.
Sementara itu, dalam kasus kebakaran lahan di Sumatra Selatan, kepolisian resmi menetapkan dua warga sebagai tersangka karena terbukti melakukan pembakaran lahan. Kedua pelaku ialah BJ, 45, dan AP, 35, warga Bayung Lincir, Musi Banyuasin. Keduanya kini ditahan di Polsek Bayung Lincir.
“Kasus ini kami rilis di Sumatra Selatan sebagai peringatan keras. Kami tak main-main untuk menangkap siapa saja pelaku pembakaran lahan, terutama di Sumatra Selatan yang menjadi prioritas jelang Asian Games,” tegasnya.
Pada kesempatan sama, Direktur Kriminal Khusus Polda Sumsel Kombes Zulkarnain menambahkan ada 15 kasus karhutla yang kini ditangani Polda Sumsel. Dari 15 kasus, dua di antaranya terkait dengan korporasi atau perusahaan.
“Kami belum dapat menyebutkan perusahaannya karena harus hati-hati dan masih dalam penyelidikan. Salah satu perusahaan tersebut berinisial PT R,” terangnya.
Dari Bangka Belitung, hujan lebat mengguyur wilayah itu dan menyebabkan puluhan titik panas hilang dalam sehari. Selama musim kemarau, dari pantauan satelit setiap hari muncul titik panas karhutla.
“Adanya hujan pada Senin (31/7) menyebabkan padamnya seluruh titik panas,” kata Kepala BPBD Provinsi Babel Mikron Antariksa.
Kekeringan ekstrem
Selain kebakaran hutan, selama musim kemarau krisis air menjadi ancaman di berbagai daerah. Seperti yang terjadi di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, kalangan petani yang lokasi sawahnya jauh dari irigasi teknis Dam Colo Timur terpaksa urunan dana untuk mengoptimalkan pengelolaan tanaman padi milik mereka. Setiap kelompok tani membutuhkan Rp2,5 juta untuk menyedot air melalui mesin pompa yang mengairi sawah seluas 1 hektare.
“Ya lumayan mahal, Mas, biaya produksi tambah banyak. Perlu dana Rp 2,5 juta untuk mencukupi kebutuhan air bagi sawah seluas 1 hektare. Kalau ditanggung sendiri, jelas terlalu mahal. Karena itu, harus dipikul bersama tiap kelompok tani,” tutur Rajiman, petani Polokarto, Kabupaten Sukoharjo.
Kemarau juga menyebabkan sejumlah daerah di Cirebon, Jawa Barat, diprediksi alami kekeringan ekstrem pada Agustus-September.
Prakirawan BMKG Stasiun Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Ahmad Fa Izyn, menjelaskan wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan akan mengalami kemarau ekstrem berupa hari tanpa hujan berkisar 31 hingga 60 hari. Krisis air juga terjadi di Cilacap, Bojonegoro, Cianjur, dan Ciamis. (RF/WJ/UL/LD/YK/AD/BB/N-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved