Gelombang Tinggi, 5 Warga Tewas

(PO/JL/BB/N-2)
01/8/2018 03:45
Gelombang Tinggi, 5 Warga Tewas
(thinkstock)

PERINGATAN gelombang ting-gi yang disampaikan BMKG tidak selalu ditaati. Di perairan Nusa Tenggara Timur, Minggu (29/7), kapal motor Berkat Ilahi nekat melaut, meski sudah mendapat peringatan untuk tidak berlayar, akibat ombak tinggi.

Alhasil, kapal yang mengangkut 31 penumpang itu tenggelam dihantam ombak di Selat Sape, antara Pulau Komodo, NTT dan Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Lima orang tewas dan tiga lainnya masih belum ditemukan. Kapal bertolak dari Pelabuhan Waikelo di Sumba Barat Daya menuju Sumbawa.

“Musibah itu bisa dihindarkan, jika nakhoda kapal mematuhi peringatan BMKG. Saat kejadian, tinggi gelombang di Selat Sape mencapai 5 meter,” kata prakirawan BMKG Stasiun El Tari, Kupang, Maria Seran. Ia menambahkan setiap hari BMKG rutin mengeluarkan ramalan cuaca, gelombang tinggi dan kecepat-an angin, disertai peringatan tentang perairan. Sampai hari ini, gelombang setinggi 2-3 meter masih berpeluang terjadi di perairan NTT.

Di perairan Lautan Indonesia, potensi gelombang tinggi diperkirakan masih terjadi di pesisir Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, hingga 4 Agustus. “BMKG menyatakan tinggi gelombang di perairan ini mencapai 5 meter,” kata Sekretaris BPBD Sugeng Supriyatno.
Gelombang tinggi sepekan terakhir di wilayah ini telah merusak rumah, warung dan kapal nelayan. (PO/JL/BB/N-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya