Pembakar Hutan akan Ditembak

Dwi Apriani
31/7/2018 02:30
Pembakar Hutan akan Ditembak
( ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)

APARAT kepolisian akan menembak pelaku pembakaran hutan dan lahan apabila tertangkap di lokasi kejadian. Penegasan itu disampaikan Wakil Kapolda Sumatra Selatan Brigjen Bimo Anggoro Seno di Palembang, Senin (30/7).

Ia menerangkan, 99% kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Sumsel diakibatkan ulah manusia. Pihaknya menginstrusikan untuk menembak pelaku di tempat apabila tertangkap tangan di lokasi kejadian. “Kami tidak segan melakukan hal tersebut karena pembakar hutan dan lahan merupakan tindak pidana berat dan dengan ancaman lebih dari tujuh tahun penjara,” tegasnya.

Untuk mencegah karhutla kian meluas di Sumsel, pihaknya ­meminta bantuan dua satuan setara kompi (SKK) Brimob dari Polda Bengkulu dan Jambi. Sebanyak 200 anggota Brimob disebar ke beberapa daerah yang dilanda karhutla di wilayah Sumsel, yakni di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, Musi Banyuasin, dan Banyuasin.

“Dua SSK akan disebar ke bebe-rapa daerah sesuai kebutuhan. Mereka kan membantu pemadaman api karhutla di Sumsel dalam waktu dekat hingga musim kemarau ini selesai,” ujarnya, Senin (30/7).

Bimo menambahkan Danrem 044 Garuda Dempo, Kol Inf Iman ­Budiman, sebagai Kasatgas ­Karhutla, sudah terjun langsung memadamkan api.

Di lain sisi, Subsatgas Darat Karhutbunla terus menggencarkan patroli di empat kabupaten prioritas rawan karhutla. Pemprov Sumsel menetapkan siaga darurat karhutla mulai 1 Februari hingga 30 Oktober mendatang. Saat ini, untuk mencegah karhutla, 355 personel Detasemen Teritorial Terbatas diterjunkan dan tergabung ke Subsatgas Darat.  

Penguatan pasukan itu untuk menyukseskan penyelenggaraan Asian Games XVIII 2018, dengan menciptakan wilayah Sumsel khususnya Kota Palembang sebagai tempat perhelatan yang zero asap.

Tetangga Sumsel, Provinsi Jambi, juga sudah menunjukkan adanya titik api di lahan gambut. Kabut asap mulai menyelimuti sebagian Kota Jambi yang berbatasan dengan Kabupaten Muarojambo. Diduga kuat asap berasal dari kebakaran lahan gambut di 15 lokasi di Kecamatan Kumpeh dan Kumprih Uli, Kabupaten Muarojambi.

Krisis air bersih
Selain karhutla, krisis air bersih melanda sejumlah daerah. Di Sukabumi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menyalurkan air bersih bagi warga.

“Sudah ada 12 kecamatan yang melaporkan terdampak kekering-an,” kata Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Sukabumi, Eka Widiaman.  

Dari Jawa Tengah, sebanyak 273 desa di 19 kabupaten/kota dilanda kekeringan. Sebanyak 9,6 juta liter air bersih pun disalurkan untuk memenuhi kebutuhan warga.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Tengah, Sarwa Permana, mengatakan kekeringan yang melanda daerah itu kali ini cukup unik.

“Biasanya daerah yang dilanda kekeringan di Blora dan Banjarnegara, tapi kali ini kondisinya masih aman. Sebaliknya di Wonosobo, yang biasanya aman, malah sudah dilanda kekeringan,” ujarnya. (SL/BB/AD/AS/LD/AU/N-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya