DIY Paling Toleran Se-Indonesia

(FU/N-3)
30/7/2018 23:45
DIY Paling Toleran Se-Indonesia
(ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah)

DAERAH Istimewa Yogyakarta (DIY) menempati posisi tertinggi dengan nilai 0,70 dalam menjaga harmoni dalam keberagaman. Sebaliknya yang terendah ialah Provinsi Papua (0.50). Indeks tersebut tertuang dalam indeks pembangunan masyarakat (IPMas) dengan variabel yang digunakan antara lain toleransi, gotong royong, dan rasa aman.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang PS Brodjonegoro menyampaikan hal itu dalam pidato kunci pada Seminar Nasional Harmoni dalam Keberagaman di Yogyakarta, akhir pekan lalu. Ukuran-ukuran itu menggambarkan pembangunan manusia dan masyarakat. “IPMas dibangun dengan kohesi sosial, inklusi sosial, dan pengembangan kapasitas masyarakat sipil,” kata Bambang.

Ia menekankan pentingnya memberikan penghargaan pada keberagaman. “Masyarakat Indonesia perlu terus menghargai keberagaman dan perbedaan, ­mengukuhkan solidaritas dan daya rekat di antara sesama,” ujarnya.

Seiring berjalannya desentralisasi dan otonomi daerah, serangkaian persoalan mengemuka seperti menguatnya sentimen primordial dan identitas kedaerahan. “Berbagai keunikan lokal dan identitas kedaerahan harus ditransformasikan menjadi pilar utama dalam menopang bangunan negara bangsa majemuk dalam suatu konsensus nasional dalam wujud NKRI,” tegasnya.    

Buya Syafii Maarif, pembicara lain dalam acara Lustrum Keluarga Alumni SMA Kolose de Britto Yogyakarta, menyebutkan perlunya menjaga dan melestarikan modal sosial yang telah dimiliki.

“Bangsa Indonesia perlu segera membumikan sila kelima Pancasila ‘Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia’. “Kalau keadilan sosial terwujud dan jurang ketimpangan bisa diperkecil, masalah-masalah kebangsaan akan diselesaikan dengan baik.” (FU/N-3)

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya