Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MUSIM kemarau mencapai puncaknya dan membuat tanaman mengering rawan terbakar, seperti di hutan Gunung Arjuna, Jawa Timur. Untuk itu, warga sekitar gunung dan pihak terkait diminta mengawasi para pemburu satwa yang kerap menjadi penyebab terbakarnya hutan.
Hal itu disampaikan Kepala Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, Bakti Jati Permana, di Pasuruan, Sabtu (29/7).
"Para pemburu satwa harus diawasi, karena mereka sering sembrono. Bekas api unggun yang tidak dimatikan hingga padam benar, atau membuang puntung rokok sembarangan. Saat tanaman mengering, itu bisa memunculkan percikan api dan membuat kebakaran hutan," terang Bakti.
Kawasan Pegunungan Arjuna-Welirang yang masuk dalam areal Taman Hutan Raya (Tahura) R Soeryo, menjadi habitat berbagai satwa seperti rusa, babi hutan, macan tutul, dan lainnya. Sehingga menjadi salah satu lokasi perburuan favorit di Jatim.
Para pemburu satwa liar ini sering berjumpa dengan warga di sekitar pinggiran hutan. Bahkan terkadang mereka menggunakan jasa warga sekitar sebagai pemandu untuk berburu.
"Karena itu, kami mengajak dan meminta warga serta aparatur di desa sekitar hutan, untuk mengawasi para pemburu. Sehingga kebakaran hutan bisa dicegah. Selain itu, ini juga penguatan bagi warga pinggiran hutan untuk terlibat langsung dalam pencegahan bencana," tandas Bakti.
Dari catatan pihak penanggung jawab yang berwenang, kebakaran di Pegunungan Arjuna-Welirang, selalu disebabkan karena kecerobohan pemburu satwa liar.
Selain Pegunungan Arjuna-Welirang, Kawasan Pegunungan Bromo-Tengger dan Pegunungan Penanggungan, juga menjadi perhatian. Karena dua kawasan itu juga rawan terjadi kebakaran hutan.
"Kalau hutan di Bromo, biasanya lebih dominan karena gesekan ilalang yang mengering. Terutama di areal savana, yang menjadi habitat berbagai jenis burung, kera dan satwa lain. Warga sekitar juga sudah disiapkan dan dibekali untuk mengendalikan kebakaran hutan," pungkas Bakti. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved