Konferensi Ulama Islam Internasional Keluarkan Risalah Lombok

Yusuf Riaman
28/7/2018 18:50
Konferensi Ulama Islam Internasional Keluarkan Risalah Lombok
(MI/Pius Erlangga)

KONFERENSI Internasional Moderasi Islam di Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat, mengeluarkan sejumlah rekomendasi, di antaranya berbagai tindakan eksterimisme, terorisme, atau apa pun bentuknya merupakan tindakan yang tidak dibenarkan oleh Islam dan bukan bagian daripada moderasi Islam.

Sejumlah poin lainnya yang disebutkan sebagai Risalah Lombok itu, fokus utama yang dibicarakan dan direkomendasikan adalah seputar nilai moderasi Islam menjadi pijakan dan dasar dalam menyikapi segala hal.

"Nilai moderasi Islam dalam ekonomi, nilai moderasi Islam dalam politik, nilai moderasi Islam diterapkan dalam berbagai perbedaan seperti perbedaan pemahaman, pendapat pemikiran termasuk juga dalam ekonomi," katanya kepada wartawan usai penutupan kegiatan tersebut oleh Menteri Pertahanan dan Kemanan Ryamizard Ryacudu di Mataram, Sabtu (28/7).

Oleh karena itu, sebut Fauzan, peserta muktamar bersepakat untuk mengembangkan nilai moderasi Islam agar menjadi dasar dalam bermasyarakat, bersosial, berekonomi, serta berbangsa dan bernegara.

Fauzan mengatakan, dari berbagai kesepakatan itulah sehingga dipandang sangat penting untuk mengadakan berbagai acara salah satunya adalah konferensi seperti ini dengan tujuan untuk memberikan atau menanamkan pendidikan yang benar kepada masyarakat.

"Bagaimana berislam yang sebenarnya dan sesungguhnya dan bagaimana menjadikan nilai moderasi Islam untuk menjadi pijakan dan dasar dalam kehidupan," katanya.

Fauzan mengatakan pada pertemuan dengan tema 'Moderasi Islam dalam Perspektif Ahlussunah Wal Jamaah' tersebut tidak ada pembahasan secara khusus soal isu Palestina. Namun, sebut Fauzan, dari berbagai nara sumber dan pembicara yang tampil memberikan pandangan bahwa penjajahan di bumi mana pun di negara mana pun, termasuk penjajahan yang terjadi di Palestina, tidak dibenarkan.

"Tidak hanya oleh Islam yang mulia, tetapi oleh seluruh ajaran yang ada di dunia ini tidak membenarkannya adanya penjajajan terhadap siapa pun," ujarnya. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya