Meski Mereda, BPBD Sukabumi Imbau Masyarakat Tetap Waspada Gelombang Pasang

Benny Bastiandy
28/7/2018 17:26
Meski Mereda, BPBD Sukabumi Imbau Masyarakat Tetap Waspada Gelombang Pasang
(ANTARA/Jafkhairi)

GELOMBANG pasang di pesisir pantai selatan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, sejak kemarin sudah mulai mereda. Meskipun demikian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mengimbau masyarakat selalu waspada mengingat potensi gelombang pasang diperkirakan masih akan berlangsung hingga 31 Juli nanti.

"Tadi pagi (kemarin) sudah mulai mereda. Tapi masyarakat, terutama di sekitar pantai selatan, hendaknya berhati-hati karena berdasarkan prediksi BMKG, gelombang pasang masih akan terjadi dengan ketinggian kisaran 3-5 meter," ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sukabumi, Maman Suherman, dihubungi Media Indonesia, melalui sambungan telepon seluler, Sabtu (28/7).

Gelombang pasang di pesisir pantai selatan Sukabumi cukup berdampak luas. Wilayah yang terdampak cukup parah mengalami kerusakan berada di Pantai Karanghawu, Kebonkalapa, serta sebagian di Cibangban di Kecamatan Cisolok. "Selama gelombang tinggi air laut naik hingga melebihi bibir pantai," ucap Maman.

Dampak gelombang pasang di Pantai Kebon Kalapa menimbulkan kerusakan 35 unit warung, kerusakan tanggul penahan ombak sepanjang 400 meter, serta dua titik sarana parkir. Sementara di Pantai Camp David, gelombang pasang merusakan 11 unit warung dan 30 pintu kamar mandi. Di Pantai Muara, gelombang pasang memporak-porandakan 4 warung dengan kondisi rusak berat 12 warung rusak ringan.

"Hampir semua tempat usaha (warung-warung kecil) mengalami kerusakan. Ada warga yang terluka ringan tapi sudah ditangani pihak puskesmas. Ia mengalami luka robek di sela-sela jari sekitar 5 sentimeter," ujarnya.

BPBD sudah membuka posko pengaduan dampak gelombang pasang di Kecamatan Cisolok. Sampai saat ini perkembangan kondisi laut masih terus dipantau. (OL-7)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya