RIBUAN pohon penghijauan yang ditanam bersama Presiden Joko Widodo di wilayah atas Waduk Gajah Mungkur, Wonogiri, Jawa Tengah, saat peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia akhir November tahun lalu mati.
Sedikitnya 3.000 pohon dari sekitar 37 ribu pohon mati dan perlu cepat diganti agar upaya reboisasi itu tidak gagal di tengah jalan.
"Sudah dicek dinas kehutanan dan perkebunan, ternyata matinya ribuan bibit tanaman keras untuk menghijaukan wilayah atas Waduk Gajah Mungkur karena musim yang panas dan ada bibit yang tidak begitu baik. Ini harus cepat diganti. Saya sudah perintahkan dinas terkait untuk koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) dan Perhutani untuk tangani penggantian," ujar Bupati Wonogiri Danar Rahmanto di Wonogiri, kemarin.
Dia memaparkan penghijauan di wilayah hulu Wonogiri, sesuai dengan pesan Presiden, harus berhasil sebagai bentuk penyelamatan terhadap waduk dari sedimentasi yang luar biasa karena wilayah atas dalam situasi kritis. Kerusakan hutan itu harus cepat dilakukan agar seiring dengan waktu mampu menyelamatkan lingkungan dari kerusakan dan bencana.
Pada puncak perayaan Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional di Desa Tempursari, Kecamatan Sidoharjo, 29 November 2014, Presiden Jokowi mengharapkan setiap rumah tangga juga bersedia menghijaukan lingkungan masing-masing. "Pesan Presiden itu sangat serius karena wilayah hulu yang menyokong air bagi Waduk Gajah Mungkur yang dibutuhkan banyak orang di wilayah hilir memang harus diselamatkan. Jadi begitu ada laporan dari masyarakat, ya, harus disikapi cepat," ungkap Bupati Wonogiri Danar Rahmanto.
Pihak Dishutbun Wonogiri mengakui kematian ribuan tanaman penghijauan itu. Namun, mereka telah melakukan penggantian atau penyulaman dengan bibit pohon yang lebih baik dengan melibatkan balai pengelola daerah aliran sungai (BP-DAS) dan Perhutani.
"Semua gerak cepat, mumpung sekarang kondisi cuaca mendukung. Seluruh perangkat desa wilayah sasaran penghijauan sudah dikerahkan, dengan melibatkan Perhutani ataupun BP-DAS agar Waduk Gajah Mungkur terselamatkan dari sedimentasi parah," tegas Kadishutbun Wonogiri Gatot Siswoyo. (WJ/N-2)