Bulog Siap Menyerap Gabah Petani

MI/WIDJAJADI
24/3/2015 00:00
Bulog Siap Menyerap Gabah Petani
()
HARGA gabah di sejumlah daerah mulai turun. Bulog pun mulai melakukan pembelian dengan harga patokan yang dikeluarkan pemerintah. Melalui Inpres No 5 Tahun 2015 pengganti Inpres No 3 Tahun 2012, pemerintah telah menetapkan harga baru. Saat ini harga yang ditetapkan pemerintah untuk beras ialah Rp7.300 per kilogram, gabah kering giling Rp4.650 per kg, dan gabah kering panen Rp3.700 per kg.

"Pasti kita serap begitu kontrak tender dengan mitra selesai. Paling cepat akhir Maret atau awal April pasti gabah atau beras petani sudah mulai masuk gudang Bulog," kata Kepala Bulog Subdivre III Surakarta, Jawa Tengah, Yudi Prakasa Yudha kepada Media Indonesia, kemarin.

Saat ini harga yang disodorkan para spekulan dan pengepul gabah terus melorot. Harga yang ditawarkan dikhawatirkan lebih rendah daripada harga pemerintah.

"Kita tidak akan mengecewakan kepercayaan petani. Bulog pasti tidak kalah dengan spekulan atau pengepul, bahkan pengijon. Sepanjang kadar air dan kadar hampa sesuai dengan inpres perberasan 2015, pasti semua aman dan masuk gudang Bulog dengan harga baru. Ini berani saya pastikan," tegas Yudi.

Sugeng, 45, petani di Rawalo, Banyumas, mengungkapkan saat ini harga gabah terus menurun. Dia menyebutkan harga gavah kering panen dijual Rp3.700-Rp3.800 per kg. "Petani sengaja cepat menjual hasil panen karena harga diperkirakan semakin anjlok. Apalagi petani butuh modal cepat untuk memulai menggarap sawah," kata Sugeng.

Humas Bulog Banyumas, M Priyono, membenarkan pihaknya telah siap menyerap hasil panen petani.

"Kami siap melakukan penyerapan besar-besaran. Harga gabah saat ini di pengepul sama dengan harga pemerintah, sedangkan harga beras masih berada di kisaran Rp8.000 per kg atau di atas harga pemerintah Rp7.300 per kg," ujarnya.

Turunnya harga gabah juga terjadi di Jawa Barat. Di Cirebon, harga gabah saat ini berkisar Rp3.500-Rp3.600 per kg. Sekretaris Himpunan Kerukunan Tani Indonesia Kabupaten Cirebon, Tasrip Abu Bakar, mengatakan cuaca saat ini kadang hujan dan panas yang membuat sejumlah orang mengambil untung dalam penjualan gabah petani. Petani yang baru panen langsung menjual gabahnya dan tidak sempat dijemur karena cuaca tidak menentu.

Sementara itu, sejumlah petani di Kedaung, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Subang, kecewa karena gabah hasil panen yang dijual sama dengan tahun lalu yakni Rp450 ribu per kuintal. Narsim, petani dari Pabuaran, menjelaskan sampai sekarang Bulog belum merealisasikan pembelian gabah petani. Para petani memilih menjual ke tengkulak karena butuh uang.

Di Kabupaten Bandung Barat, harga beras diprediksi turun pada April karena panen raya sudah berlangsung bulan ini. "Panen raya pada Maret ini bagi petani yang menanam padi pada Oktober tahun lalu. Panen terjadi Maret ini, mungkin harga beras akan normal April mendatang," ujar Iin Solihin, Kabid Pertanian Tanaman Pangan, Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan setempat.

Demplot

Untuk meningkatkan produksi padi, Pemerintah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, berencana memperluas pembuatan demplot. Hal itu terbukti mampu meningkatkan produktivitas padi hingga di atas 8 ton per hektare. Adapun petani yang membuat demplot sendiri akan diberi bantuan bibit unggul.

Bupati Lamongan, Fadeli, menjanjikan hal itu seusai memanen padi varietas IPB 3S dan 4S di Desa Jotosanur, Kecamatan Tikung, kemarin. (LD/UL/RZ/DG/YK/N-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya