Politik Dinasti di NTB, Sembilan Orang dari Satu Keluarga Nyaleg

Yusuf Riaman
26/7/2018 15:54
Politik Dinasti di NTB, Sembilan Orang dari Satu Keluarga Nyaleg
(Ilustrasi)

PENGAMAT Politik Bambang Mei Finarwanto menilai secara etika menjadi kurang elok jika pada Pileg 2019 muncul calon legislatif dari kalangan satu keluarga meskipun sistem demokrasi yang sekarang memang tidak dilarang ada sebuah keluarga bisa mencalonkan diri.

"Ada yang menilai itu tidak bagus bagi perkembangan sebuah demokrasi yang baik, karena di sana ada kordinasi lah yang memainkan peran," kata Bambang kepada Media Indonesia saat diminta komentarnya tentang munculnya keluarga bakal calon DPR RI H, Qurais H Abidin (mantan Walikota Bima) berikut beberapa keluarganya, adik, ipar, anak hingga keponakan yang semuanya sekitar sembilan orang ikut nyaleg di DPRD NTB maupun DPRD Kota Bima dan Kabupaten Bima.

Tetapi sebut Bambang, dari kacamata hukum, dari sisi yuridis itu tidak dilarang. Cuma dari sisi etikanya kurang elok, "Hanya sebatas itu, karena dari sisi yang lain kita tidak bisa melarang. Jadi saya melihat kurang elok saja kalau semua harus tampil, tapi semua itu ujung-ujungnya kembali ke masyarakat konstituen, apakah mereka yakin tidak dengan performance selama ini. Kan nanti ujiannya di situ," kata Bambang yang sehari lebih akrab dengan sapaan Didu.

Bambang melihat, untuk konteks kasus Kota Bima agak unik karena dari kemarin mereka yakni Walikota Bima Quraiz H. Abidin dan Wakilnya H.A Rahman sudah tampil, meskipun pada kontestasi kemarin kalah dengan pasangan H.M. Lutfi dan Ferry Sofyan (Lutfer), "menurut saya kekalahan keluarga Quraiz ini berarti masyarakat itu menginginkan adanya perubahan, adanya sesuatu yang baru yang diinginkan masyarakat," katanya.

Menurut Bambang, munculnya satu keluarga mencaonkan diri sebagai legislator tidak mungkin tanpa sepengetahuan Parpol yang mengusungnya. Hanya saja tidak bisa dicegah sebab dari sisi UU Pemilu tidak melarang itu, "Cuma mungkin dari sisi etika semisal mereka jika terpilih semua di parlemen itu kan menjadi gini lho," katanya.

Dalam konteks ini sebut Bambang, masyarakat juga tidak bisa dipersalahkan jika ternyata mereka terpilih, "kan kita juga tidak bisa menjustifikasi mereka seandainya satu keluarga itu tampil nanti akan memperburuk perkembangan demokrasi. Enggak!" tegasnya.

Menurut dia, harus dilihat background mereka masing-masing caleg. Kalau misalnya mereka nanti terpilih oleh mayarakat berarti dalam pandangan masyarakat calon yang dipilih itu memang layak masuk dalam kapasitas untuk itu, "Tapi dengan kondisi yang ada sekarang ini masyarakat itu akan jeli nanti memilih siapa sih wakil rakyat yang akan dipilih," katanya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya