Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENGUATNYA dolar terhadap rupiah yang menyentuh angka di atas Rp14 ribu berimbas pada salah satu komoditas ekspor nonmigas, yakni udang vanamie.
Petani tambak udang vanamie di Pantura Brebes, Jawa Tengah, yang mulai panen pun, menyambut gembira karena mendapatkan untung yang lumayan besar.
Di tengah terik matahari, sejumlah buruh tambak yang merupakan tukang 'njala', berderet di pinggir tanggul areal petambakan. Mereka terus menebar jaring ke petak areal pertambakan tersebut yang berisi budi daya udang vanamie.
Udang-udang vanamie yang tertangkap jaring jala, kemudian dimasukkan ke dalam jembung atau jeriken ukuran besar. Setelah jembung penuh dengan udang, kemudian diangkut/dipikul dibawa ke tempat penyortiran, masih di salah satu kompleks areal pertambakan di Desa Kaliwlingi, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes.
Pemilik tambak yang udang vanamie-nya sedang dipanen, Supandi, mengaku panen udang vanamie kali ini termasuk bagus, sehingga mendapat keuntungan yang lumayan besar.
"Alhamdulillah panen kali ini memang tidak ada masalah, tidak terserang penyakit. Tingkat kehidupan udangnya juga tinggi," ujar Supandi, yang tengah mengawasi panenan udang vanamienya, Kamis (26/7).
Supandi menyebut, dengan modal satu hektare tambak yang Rp600 juta, bisa mendapat uang dari penjualan udang mencapai Rp1,2 miliar. Berarti untuk 1 ha, ia mendapat keuntungan Rp600 juta.
Meski begitu, Supandi menjelaskan, berbudi daya udang vanamie tidak mudah. Selain permodalannya juga besar--terutama dengan sistem budi daya intensif--risiko gagal panen juga tinggi.
"Terutama kalau udang-udangnya terserang penyakit, petani tambak juga bisa mengalami kerugian yang tidak sedikit," terang Supandi.
Dia menyampaikan, udang vanamie panenannya dijual ke penyalur di Indramayu. Dari Indramayu dipasok ke pabrikan di Tangerang, dan selanjutnya udang-udang vanamie tersebut di ekspor ke luar negeri.
"Yang paling banyak di ekspor ke Amerika Serikat dan juga Jepang. Kalau saya hanya menjual lewat suplier, dan suplier nantinya yang mengekspor," jelasnya.
Supandi menuturkan, meski harga pakan udang naik menjadi Rp15 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp14 ribu/kg tetapi petani udang vanamie masih mendapat keuntungan lumayan besar.
"Karena harga udangnya kan naik dampak dari menguatnya dolar terhadap rupiah. Rata-rata setiap kilogramnya saya jual Rp80 ribu untuk ukuran 60 dari sebelumnya Rp74 ribu/kg," jelas Supandi.
Selain di Pantura Jawa, udang vanamie banyak juga dibudidayakan di kawasan pantai selatan, seperti di Kabupaten Cilacap, Jateng, dan Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved