Harga Telur Ayam Terus Turun

(JS/PO/BB/N-3)
26/7/2018 05:30
Harga Telur Ayam Terus Turun
(ANTARA FOTO/Ampelsa)

SETELAH mencapai harga tertinggi antara Rp27 ribu hingga Rp30 ribu per kg, kini harga telur berangsur turun. Harga telur ayam di sejumlah pasar tradisional Klaten, Jawa Tengah dijual Rp 22 ribu per kg.

"Harga telur turun, Pak! Saat ini harga Rp22.000 per kilogram, turun Rp5.000 per kilogram," kata Slamet, pedagang telur di Pasar Gede Klaten, Rabu (25/7).

Menurut Slamet, harga telur turun karena pasokan ke pasar dari pelaku usaha ternak ayam petelur cukup banyak dan lancar. Sehingga stok di pasar melimpah.

Hal serupa juga terjadi di Pasar Kasih, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Harga telur ayam turun. Satu papan berisi 30 butir telur ayam semula dijual Rp60 ribu kini menjadi Rp58 ribu.

Sejumlah pedagang malah sudah menurunkan harga telur sampai Rp57.000 per papan. "Khusus telur dengan ukuran besar, beberapa pedagang masih bertahan pada harga Rp60.000 per papan. Tetapi, telur ukuran kecil sudah mulai turun," kata Santi, pedagang telur di pasar tersebut.

Santi mengatakan penurunan harga telur disebabkan di tingkat distributor sudah turun. Meski demikian, Santi menganggap harga telur masih tinggi. "Normalnya harga telur sekitar Rp48 ribu per papan," tambahnya.

Kabid Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perdagangan NTT Kirenius Tallo mengatakan naiknya harga telur tidak memengaruhi stok di pedagang. "Stok telur cukup, tetapi harganya naik," ujarnya.

Pada bagian lain, Dinas Perdagangan, Perindustrian dan KUMKM Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengendus adanya indikasi monopoli dalam distribusi komoditas daging ayam dan telur.

Mereka ialah para pengusaha besar yang mulai menguasai peternak dari daerah hulu hingga ke hilir. "Kalau analisis saya, walau bagaimanapun, ini ada yang menguasai dari hulu hingga ke hilir," ujar Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan KUMKM Kabupaten Cianjur, Himam Haris.

Himam menyebut setidaknya ada lima perusahaan besar di Cianjur yang berupaya memonopoli harga dan pasokan daging ayam maupun telur. Mereka awalnya merupakan perusahaan memproduksi pakan. "Setelah pasar pakan dikuasai, sekarang mereka menggarap peternak-peternak besar. Makanya ini ada indikasi monopoli," beber Himam.

Pemkab Cianjur berencana akan menggelar operasi pasar untuk telur. "Di pasar telur masih dijual antara Rp28 ribu hingga Rp29 ribu per kg. Padahal normalnya Rp21 ribu per kg," tambahnya.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya