Gerak Cepat Atasi Karhutla

Dwi Apriani
26/7/2018 05:15
Gerak Cepat Atasi Karhutla
(MI/Dwi Apriani)

KEBAKARAN hutan masih mengancam di daerah-daerah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Daerah pun mulai siaga dan cepat memadamkan api. Seperti di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatra Selatan, Bupati meminimalkan karhutla agar tidak menjadi bencana kabut asap seperti pada 2015.

Bupati Musi Banyuasin, Beni Hernedi menjelaskan untuk mencegah karhutla, pihaknya membangun posko terpadu di setiap kecamatan, dan hibah alat pemadam kebakaran hutan dan lahan secara manual.

"Kami membentuk desa peduli api, kelompok tani peduli api, serta membangun posko pemantauan pengendalian di wilayah rawan api. Setiap posko disiagakan personel gabungan. Selain itu menyediakan cadangan pangan pemerintah, dan memberikan peningkatan serta pelatihan kepada tim penanggulangan bencana dan tim reaksi cepat," jelasnya.

Setiap kali terdeteksi ada titik panas, petugas langsung mengecek di lapangan. "Bila ada kebakaran, langsung ditanggulangi. Tim di lapangan langsung gerak cepat memadamkan api. Jika tidak bisa dipadamkan dengan cepat, kita langsung meminta bantuan waterbombing ke provinsi," tambahnya.

Sebaliknya di Jambi, titik api kebakaran lahan gambut di Kabupaten Tanjungjabung Timur. Laporan Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Tanjungjabung Timur, Rahmad Hidayat menyebutkan kebakaran terjadi Selasa (24/7) siang dan baru bisa dipadamkan seluruhnya oleh Tim Satgas Karhutla, kemarin. "Kami cegah kebakaran tidak meluas ke kawasan Taman Nasional Berbak. Sampai sekarang penyebabnya masih diselidiki," kata Rahmad.

Di Provinsi Bangka Belitung, pemprov sudah menyiapkan peralatan pemadam kebakaran pada musim kemarau ini. Hingga Juli ini kasus karhutla dan kebakaran rumah sudah mencapai 69 kasus.

Krisis air bersih
Dari Jawa Tengah, Perhutani dan warga di lingkungan Kabupaten Wonogiri mulai mewaspadai dampak kemarau selama tiga bulan terakhir ini. Laporan BPBD Wonogiri, hingga 24 Juli sudah ada enam kawasan hutan terbakar, dan 9 rumah dan toko di permukiman dilalap api.

Selain karhutla, musim kemarau menyebabkan sejumlah daerah mulai krisis air bersih. Kekeringan mulai melanda lahan pertanian di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Sejumlah waduk dan bendungan mulai surut airnya. Dinas Pengairan Pengelolaan Sumber Daya Air dan Mineral setempat mulai memasok air secara bergilir. "Kekeringan mulai melanda areal pertanian di pantura Jawa," kata Kepala PSDAM, Agus As'ari.

Dari Kabupaten Cirebon, pemkab se-tempat memberikan bantuan 734 pompa air untuk petani di wilayahnya selama musim kemarau ini. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Ali Effendi menjelaskan saat ini areal lahan mengalami puso seluas 130 hektare. Dan masih ada 300 hektare sawah lainnya mulai kesulitan air.

Masih terkait krisis air bersih, BPBD Klaten, Jawa Tengah hingga saat ini telah menyalurkan bantuan air sekitar 130 tanki ke daerah krisis air bersih. Saat ini krisis air melanda 10 desa di empat kecamatan, antara lain Desa Sidorejo, Kendalsari, Tlogowatu, Tegalmulyo, Talun, dan Keputran di Kecamatan Kemalang;. Kemudian Desa Bandungan di Kecamatan Jatinom, serta Desa Ngemplakseneng dan Kecemen di Kecamatan Manisrenggo.

(RF/SL/WJ/UL/JS/JI/N-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya