Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN RI Joko Widodo dijadwalkan melepaskan Alba, satu-satunya orangutan albino di dunia di Pulau Salat, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah (Kalteng) pada Oktober 2018 mendatang.
Gubernur Kalteng Sugianto Sabran mengatakan pihaknya sudah memerintahkan Sekretaris Daerah untuk membuat surat resmi kepada Presiden Jokowi untuk melakukan pelepasan orangutan albino yang ditemukan di hulu Kabupaten Kapuas tersebut.
"Saya secara pribadi sudah meminta jadwal presiden kepada sekretaris presiden melalui WhatsApp," ujar Sugianto saat bertemu dengan Perwakilan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) di Kantor Gubernur Kalteng, Rabu (25/7).
Ia mengaku sempat mendapatkan laporan bahwa orangutan tersebut akan dipindahkan ke Jakarta. Namun, karena Alba merupakan aset Kalteng maka pihaknya memerintahkan agar Alba, yang dalam bahasa latin berarti putih tersebut dapat berada di Kalteng.
Saat ini, pihak BOSF tengah melakukan penyelesaian sejumlah sarana dan prasarana di Pulau Salat dengan mendapatkan bantuan dari PT Citra Borneo Indah (CBI), sebuah perusahaan lokal di Kalteng. Nantinya, saat pelepasan orangutan albino tersebut, sambung dia, nama Alba akan diganti dengan nama yang bernuansa kedaerahan.
"Karena ia berjenis kelamin wanita bisa kita beri nama misalnya Baputi (dalam bahasa Dayak yang artinya si putih)," jelasnya.
Kinanti, dari Yayasan BOSF Nyaru Menteng menjelaskan Pulau Salat mempunyai kapasitas sebanyak 200 orangutan. Namun saat ini masih dihuni sebanyak 27 orangutan.
"Pulau Salat ini adalah pulau prapelepasliaran orangutan sebelum pada akhirnya dilepaskan kehutan bebas," jelasnya.
Pada 29 April 2017 lalu, seekor orangutan albino diselamatkan oleh Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS) dan BKSDA Kalimantan Tengah di kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Setelah ditemukan, orangutan yang diberi nama Alba, dalam bahasa latin berarti putih, tinggal di penangkaran Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS), Nyaru Menteng, Kalimantan Tengah.
Menurut National Institutes of Health, Alba memiliki mutasi genetik langka yang memengaruhi produksi melanin atau pigmen warna gelap. Akibatnya, dia kekurangan warna gelap yang memberi warna pada kulit, rambut, dan mata. Kondisi tersebut menjadikannya kasus yang sangat langka sehingga BOS merasa perlu strategi rehabilitasi yang direncanakan dengan matang sejak awal. (OL-7)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved