Swasta Kondusif Cegah Karhutla

Tesa Oktiana Surbakti
25/7/2018 04:00
Swasta Kondusif Cegah Karhutla
(MI/PANCA SYURKANI)

KEMENTERIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan menilai perencanaan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dilakukan perkebunan sawit dan hutan tanam­an industri (HTI) cukup kondusif. Perusahaan-perusahaan sawit dan HTI berkontribusi mengamankan pencemaran udara menjelang perhelatan Asian Games 2018.

“Kalau konsesi, HTI dan perkebun­an kelapa sawit, sejauh saya record dan kita bina dalam pembahasan gambut, mereka sudah bagus. Planning-nya sudah ada. Sudah ratusan perusahaan perkebunan dan HTI yang menyiapkan rencana-rencana dengan baik,” ujar Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar seusai rapat koordinasi di Kemenko Bidang Perekonomian, Selasa  (24/7).

Menurut Siti, semakin banyak perusahaan perkebunan mematuhi regulasi pengelolaan lahan gambut. Hal itu tercermin dari identifikasi terhadap 11 hingga 13 hotspot, hanya ada 1 hotspot berada di area konsensi. “Lainnya kebanyakan di area penggunaan lain. Jadi, kita sama-sama menjaga. Kita juga meminta kepada swasta ikut menjaga areal pada radius 4-5 kilometer. Itu juga membantu,” imbuhnya.

Masih terkait karhutla, Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahyanto, mengusulkan berbagai instansi untuk bersatu, menggelar operasi pagar betis guna  menangkap pelaku pembakaran hutan dan lahan.

“Sebab sampai sekarang belum ada pelaku pembakar hutan dan lahan ditangkap dan diseret untuk menjalani proses hukum,” kata Hadi seusai meninjau kebakaran hutan dan lahan di Sumatra Selatan, Selasa  (24/7).

Operasi pagar betis ini merupakan gabungan TNI dan Polri dalam memburu pelaku karhutla. Untuk mengantisipasi terjadi kebakaran saat pelaksanaan Asian Games pada Agustus mendatang, TNI rencananya akan menerjunkan prajurit tambahan. “Sekarang masih cukup untuk personel dari wilayah di Sumatra Selatan, tapi nanti bisa saja ditambah saat Asian Games, tergantung kebutuhan di lapangan,” kata dia.

Petani sawit ditangkap
Sebaliknya di Riau, Jama Kita Saragih, 48, petani kelapa sawit di Dumai ditangkap polisi karena diduga lalai dan menyebabkan karhutla seluas 1 hektare. “Pelaku membuat api unggun dengan daun kering. Api menjalar dan membesar sehingga terjadi kebakaran,” jelas Kapolresta Dumai, AKB Restika Perdamaian Nainggolan, Selasa  (24/7).

Dia menjelaskan, kejadian bermula saat anggota Polsek Bukit Kapur mendapatkan laporan dari saksi karyawan perusahaan HTI, PT Arara Abadi, bahwa telah terjadi kebakaran lahan di Jalan Suka Ramai Ujung RT 010, Kelurahan Bukit Kayu Kapur, Kecamatan Bukit Kapur, Kota Dumai, Riau.

Sementara itu, Wakil Komandan Satgas Siaga Darurat Karhutla Riau, Edwar Sanger, mengatakan satgas gakkum karhutla Riau saat ini menangani 7 kasus karhutla. Namun, dalam kasus itu belum ditemukan pelaku perusahaan HTI atau perkebunan kelapa sawit.
Provinsi Jambi saat ini juga fokus mengantisipasi karhutla terutama di lahan gambut. Menurut Pelaksana Tugas Gubernur Jambi, Fachrori Umar, wilayah yang menjadi fokus pengawasan ialah lahan gambut di Kabupaten Muaro Jambi dan Tanjung Jabung Timur dekat perbatasan Jambi- Sumatra Selatan.

Sementara itu, di Provinsi Bangka Belitung, ditemukan tujuh titik panas terpantau di tiga kabupaten, kemarin. Tujuh titik api itu tersebar di Kabupaten Bangka, Bangka Barat, dan Bangka Tengah. (DW/RK/SL/RF/WJ/LD/BB/N-3)

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya