Baku Tembak di Poso, Anggota TNI Selamat

Subandi Arya
28/4/2015 00:00
Baku Tembak di Poso, Anggota TNI Selamat
(ILUSTRASI--ANTARA/Irwansyah Putra)
TENTARA Nasional Indonesia membantah ada anggotanya yang terluka saat terlibat baku tembak dengan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT), pimpinan Santoso alias Abu Wardah, di kaki gunung biru, Dusun Tamanjeka, Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Minggu (24/4).

"Tidak benar ada anggota TNI yang terluka. Silakan dicek," kata Kepala Penerangan Resimen (Kapenrem) 132 Tadulako Mayor Arh Irza Faily.

Hal senada dikatakan pihak Kodim 1307 Poso. "Saya baru turun dari Tamanjeka pukul 24.00 Wita, tidak terjadi apa apa. Bahkan anggota kami sudah mengecek langsung ke rumah sakit, dan tidak ada prajurit yang terluka," jelas Komandan Unit Kodim 1307 Poso Letnan Dua M Mulyas.

Pun pihak RSUD Poso yang dikonfirmasi mengaku tidak ada satu pun pasien yang masuk RSUD karena luka tembak. "Kami pastikan tidak ada pasien yang masuk karena luka tembak," jelas Sugianto, petugas medis  RSUD Poso.

Sebelumnya, Warga yang bermukim di kaki gunung biru, Dusun Tamanjeka dan Desa Masani, Kecamatan Poso Pesisir, dikejutkan dengan rentetan bunyi tembakan di wilayah Gunung Biru. Lokasi itu diduga digunakan sebagai tempat persembunyian kelompok Santoso.

Rentetan tembakan berlangsung sekitar 20 menit, pada Minggu (26/4) siang. Dalam peristiwa itu, warga melaporkan salah seorang prajurit TNI mengalami luka tembak cukup serius. Sang prajurit bernama Prada Haya Nata.

Baku tembak antara TNI dengan kelompok terduga teroris itu terjadi dalam tiga hari terakhir. Menurut warga, baku tembak bermula ketika 20 personel TNI yang sedang berpatroli jalan kaki menyusuri hutan di Gunung Biru.
 
Mereka melihat tiga orang tidak dikenal di salah satu pondok. Ketika hendak didekati ketiga orang itu langsung mengeluarkan tembakan sehingga terjadi kontak tembak.

Seorang warga Desa Weralulu, Poso Pesisir, Kamire mengatakan, bunyi tembakan terdengar berentetan setidaknya selama 20 menit. Peristiwa itu membuat sejumlah warga yang sedang berkebun di sekitar kaki Gunung Biru Tamanjeka berlarian kembali ke rumah.

"Cukup lama bunyi tembakan itu. Ibu-ibu di sini pada ketakutan. Saya bilang mungkin kelompok di atas itu yang ditemukan sama anggota TNI," kata Kamire.

Dia mengakui warga selalu dihinggapi ketakutan akan keberadaan kelompok bersenjata yang selama ini beroperasi di hutan. Selama orang tak dikenal itu masih berkeliaran di gunung, warga tidak bebas berkebun atau masuk ke hutan.

"Jelas kami merasa was-was, tidak berani lagi ke kebun," kata Kamire yang sehari-harinya mengantungkan sumber pendapatan ekonomi keluarganya dari hasil kebun kakao di kaki Gunung Biru.

Sementara itu, Kepala Dusun Tamanjeka, Muhammad Sambara berharap warganya tidak terpengaruh dengan peristiwa tersebut karena Prajurit TNI kini masih berada di Tamanjeka.

"Di kampung ini ada pengamanan dari TNI, dari Kostrad. Warga diminta segera melapor kalau melihat ada orang tak dikenal yang mencurigakan," harap Sambara.

Di Dusun Tamanjeka, saat ini ada satu pos TNI telah dibangun. Personel TNI yang ditempatkan di situ merupakan anggota TNI dari Yonif 502 Brigade Infantri 18 Kostrad Malang.

Pasca-berakhirnya latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI pada 17 April, satu Batalyon PPRC dari Yonif 502 tetap tinggal di Poso untuk mendukung kegiatan pembinaan teritorial yang digelar oleh Kodam VII Wirabuana. (N-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya